Menjaga Kekhusyukan, Merawat Kedamaian

EDITORIAL120 Dilihat

Oleh: Syamsuddin Andy
Reporter Palapa Media Group

Editor: Alimuddin
Pemred Palapa Media Group

Hari Raya Iduladha selalu menghadirkan dua wajah kehidupan yang berjalan beriringan: kekhusyukan ibadah dan tanggung jawab menjaga ketertiban sosial. Di Lapangan Gasis Watansoppeng, ribuan umat Islam bersimpuh dalam satu saf panjang, menundukkan hati kepada Allah SWT. Namun di balik ketenangan yang dirasakan jamaah pagi itu, ada kerja sunyi yang tidak banyak terlihat, yakni pengabdian aparat keamanan dalam memastikan seluruh prosesi berlangsung aman, tertib, dan penuh kenyamanan.

Di titik inilah, kehadiran Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., patut mendapat perhatian publik. Sebab, pengamanan Hari Raya bukan sekadar rutinitas tahunan atau pelaksanaan prosedur formal institusi. Lebih dari itu, ia merupakan wujud nyata bagaimana negara hadir menjaga ruang spiritual masyarakat agar tetap teduh dan damai.

Iduladha tahun ini memperlihatkan wajah humanis Polri di tengah masyarakat. Ribuan jamaah yang memenuhi Lapangan Gasis dan pelataran Masjid Agung Darussalam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk karena adanya kesiapsiagaan aparat di berbagai titik pengamanan. Personel Polres Soppeng bersama Polsek Lalabata, didukung TNI, Dishub, Satpol PP, dan PSC 119, bergerak dalam koordinasi yang rapi dan tenang. Tidak ada hiruk-pikuk yang berlebihan, tidak ada kesan intimidatif. Yang tampak justru keteduhan pengamanan yang menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat.

Dalam konteks ini, Kapolres Soppeng tidak hanya sedang menjalankan tugas administratif sebagai pimpinan institusi kepolisian. Ia sedang mengejawantahkan makna Polri sebagai pelayan masyarakat. Sebuah peran yang hari ini semakin penting di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

Kehadiran aparat keamanan dalam momentum keagamaan sejatinya bukan semata menjaga lalu lintas atau mengatur keramaian. Lebih luas dari itu, pengamanan adalah upaya menjaga hak masyarakat untuk beribadah dengan rasa aman. Ketika masyarakat dapat menunaikan salat Id tanpa rasa cemas, ketika anak-anak dan orang tua dapat berkumpul dalam suasana damai, di situlah sesungguhnya fungsi negara berjalan dengan baik.

Pernyataan Kapolres Soppeng bahwa Polri akan terus hadir mengamankan setiap kegiatan masyarakat dan kegiatan keagamaan bukanlah sekadar kalimat seremonial. Komitmen itu tampak nyata di lapangan. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, pengaturan lalu lintas berjalan lancar, dan situasi kamtibmas tetap kondusif sepanjang rangkaian kegiatan berlangsung.

Tentu publik berharap pola pendekatan humanis seperti ini terus dipertahankan. Sebab masyarakat saat ini tidak hanya membutuhkan aparat yang tegas, tetapi juga aparat yang mampu menghadirkan rasa teduh di tengah kehidupan sosial. Polri yang dekat dengan rakyat akan lebih mudah membangun kepercayaan publik dibanding sekadar menunjukkan kekuatan kewenangan.

Iduladha mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Nilai-nilai itu pula yang tampaknya ingin dihadirkan Polres Soppeng dalam tugas pengabdiannya. Bahwa menjaga keamanan bukan hanya pekerjaan institusional, melainkan juga bentuk ibadah sosial untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan dengan damai.

Di bawah langit Iduladha Watansoppeng, masyarakat bersujud dalam doa, sementara aparat berjaga dalam pengabdian. Dua peran yang berbeda, tetapi berpijak pada tujuan yang sama: menjaga harmoni dan menghadirkan ketenteraman bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *