Lentera Ilmu dari Desa Batu: Air Mata Haru dan Asa Baru di MIN 4 Wajo

PENDIDIKAN27 Dilihat

Keterangan Gambar:

SANG ADAB DAN KEBERSAMAAN: (Dari kiri ke kanan di barisan depan) Perwakilan tokoh masyarakat, Kepala Desa Batu, Kapolsek Pitumpanua AKP Andi Suhidin, S.H., M.H., Camat Pitumpanua Arriyanti Marzuki, Kepala MIN 4 Wajo Kamaria, beserta tokoh perempuan setempat saat berdiri khidmat mengikuti prosesi Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas VI MIN 4 Wajo dan RA Mattirowalie di Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Senin (26/5/2026). Acara yang berlangsung haru ini dihadiri oleh jajaran Kemenag, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta orang tua siswa sebagai bentuk sinergi mendukung pendidikan generasi muda. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

Oleh: Sabri
Editor: Masykur Thahir

WAJO — Ruangan Gedung MIN 4 Wajo di Desa Batu, Kecamatan Pitumpanua, mendadak senyap pada Senin pagi, 26 Mei 2026. Di bawah bentangan dekorasi kain bernuansa merah-kuning yang bersahaja, atmosfer hangat berubah menjadi rintik-rintik keharuan. Hari itu bukan sekadar seremoni penyerahan ijazah, melainkan sebuah babak pembuka bagi mimpi-mimpi baru anak-anak di pedalaman Kabupaten Wajo.

Acara Tasyakuran dan Pelepasan Peserta Didik Kelas VI MIN 4 Wajo yang dirangkaikan dengan Raodhatul Athfal Mattirowalie berlangsung khidmat. Ketika selawat dan lantunan doa mulai bergema, kesejukan merayap ke dada setiap hadirin. Namun, benteng pertahanan emosi itu runtuh saat satu per satu siswa melangkah maju, menjabat tangan, dan memeluk para guru yang selama enam tahun ini mendampingi mereka dengan ketulusan tanpa batas.

Air mata tumpah seketika. Bukan hanya dari pelupuk mata para siswa yang masih belia, melainkan juga dari guratan wajah para orang tua dan dewan guru yang tahu betul bagaimana perjuangan mendidik tunas bangsa di wilayah ini. Pelukan itu menjadi simbol terima kasih atas sabar yang tak pernah putus dan kasih sayang yang membimbing mereka melintasi aksara demi aksara.

Di tengah suasana yang sarat emosional tersebut, tampak hadir figur-figur penting daerah yang memberikan dukungan moril. Kehadiran Kapolsek Pitumpanua, AKP Andi Suhidin, S.H., M.H., bersama jajarannya, memberikan warna tersendiri. Mengenakan seragam dinas, aparat kepolisian ini berdiri bersama masyarakat, menegaskan bahwa menjaga masa depan bangsa melalui jalur pendidikan adalah tugas kolektif, bukan sekadar urusan domestik sekolah.
Tak hanya Kapolsek, barisan bangku undangan juga diisi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Wajo Abdul Asiz, Camat Pitumpanua Arriyanti Marzuki, dan Kepala MIN 4 Wajo Kamaria beserta seluruh staf pembina. Kehadiran tokoh-tokoh lokal mulai dari Kepala Desa Batu, Babinsa, anggota BPD, hingga pengawas madrasah dan Lurah Siwa, seolah menjadi saksi peneguh bahwa anak-anak ini dilepas dengan restu dan doa dari seluruh elemen masyarakat.
Dalam ruang kekeluargaan yang kental, AKP Andi Suhidin menyisipkan pesan mendalam yang membumi. Baginya, di era disrupsi informasi saat ini, ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan kompas moral yang kuat.

“Pendidikan adalah cahaya kehidupan. Jadilah generasi yang berilmu, beradab, dan mampu membanggakan kedua orang tua,” tutur Kapolsek Pitumpanua itu dengan nada berwibawa namun meneduhkan. Kalimat singkat itu menjadi bekal berharga bagi para siswa yang bersiap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ketika acara berakhir, gema selawat mungkin telah reda, namun jejak kenangan yang tertinggal di Desa Batu dipastikan akan abadi. Hari itu, MIN 4 Wajo tidak hanya melepas lulusannya, tetapi tengah menitipkan lentera-lentera ilmu yang siap menerangi masa depan Kabupaten Wajo di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *