Bukan Sekadar Air: Ikhtiar BBWS Pompengan Jeneberang Menjaga Nadi Ekosistem Danau Tempe

SDA78 Dilihat

Oleh: Masykur Thahir

MAKASSAR – Di balik riak tenang perairan Danau Tempe, tersimpan sebuah tantangan besar tentang masa depan. Bukan sekadar soal debit air, melainkan tentang bagaimana manusia dan alam bisa bertahan di tengah gempuran perubahan iklim yang kian nyata. Kesadaran inilah yang membawa para pemangku kepentingan berkumpul di aula Novotel Grand Shayla dalam sebuah momentum krusial bertajuk “Kick Off Tata Kelola Program Lanskap Berkelanjutan”, Selasa (05/05/2026).

Langkah nyata tersebut tertuang dalam pemaparan tajam oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pompengan Jeneberang, Yusma Elfita. Ia menekankan bahwa kunci keberlanjutan Danau Tempe terletak pada bagaimana kita memperlakukan garis sempadannya. Bukan sebagai pembatas administratif semata, melainkan sebagai benteng pertahanan lingkungan.

“Penataan kawasan sempadan danau melalui pendekatan terintegrasi adalah harga mati untuk menjaga fungsi lingkungan, menekan risiko bencana, dan memastikan air tetap mengalir bagi generasi mendatang,” ungkap Yusma di hadapan para peserta.

Diskusi hari itu bukan hanya soal teknis pemetaan, tapi tentang membangun sinergi. Dari ruang pertemuan tersebut, terpancar harapan agar kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat bukan lagi menjadi slogan, melainkan kerja nyata di lapangan.

Ketahanan iklim masyarakat di sekitar Danau Tempe kini memiliki peta jalan yang lebih jelas melalui pengelolaan lanskap yang berkelanjutan.
Bagi BBWS Pompengan Jeneberang, kegiatan ini adalah komitmen jangka panjang. Menjaga Danau Tempe berarti menjaga denyut nadi kehidupan dan keseimbangan alam Sulawesi Selatan yang tak ternilai harganya.

SigapMembangunNegeriUntukRakyat

MengelolaAirUntukNegeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *