Keterangan Gambar:
AIPTU Ibrahim, Bhabinkamtibmas Polres Soppeng, saat melaksanakan pengamanan dan menyampaikan imbauan kamtibmas kepada pedagang di Pasar Welonge, Desa Laringgi, Rabu (15/4/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
Oleh: Alimuddin
Pemred Palapa Media Group
Pagi itu, denyut kehidupan berdenyut lebih cepat di Pasar Welonge, Desa Laringgi. Di antara hamparan sayur-mayur yang berwarna-warni, suara tawar-menawar yang bersahutan, serta langkah-langkah kaki yang tak pernah benar-benar berhenti, hadir sosok berseragam yang berjalan tenang, bukan sekadar menjaga, tetapi juga menyapa.
Adalah AIPTU Ibrahim, Bhabinkamtibmas Desa Laringgi dan Desa Bulue dari Polres Soppeng, yang pada Rabu, 15 April 2026, melaksanakan pengamanan di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar. Kehadirannya tidak mencolok, namun terasa. Ia menyusuri lorong-lorong sempit pasar, menyapa pedagang, berbincang ringan dengan pengunjung, sembari menyelipkan pesan-pesan kamtibmas yang sederhana namun bermakna.
Bagi masyarakat, pasar bukan sekadar tempat transaksi ekonomi. Ia adalah ruang sosial, tempat cerita-cerita kecil bertemu dan kehidupan berkelindan. Di ruang seperti inilah, potensi gangguan keamanan bisa muncul tanpa diduga. Namun, kehadiran aparat yang humanis menjadi penyeimbang, menciptakan rasa aman tanpa mengusik kenyamanan.
AIPTU Ibrahim memahami betul hal itu. Ia tidak hanya berdiri sebagai pengawas, tetapi hadir sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Dengan bahasa yang santun dan pendekatan yang persuasif, ia mengingatkan pedagang dan pembeli untuk tetap waspada terhadap tindak kriminalitas, menjaga ketertiban, serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dalam keterangannya memberikan apresiasi atas dedikasi tersebut. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat adalah cerminan nyata dari tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Keberadaan Bhabinkamtibmas bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, terutama di pusat aktivitas seperti pasar,” ujarnya.
Di tengah dinamika pasar yang tak pernah sepi, kehadiran sosok seperti AIPTU Ibrahim menjadi penegas bahwa keamanan bukan hanya soal penjagaan, tetapi juga tentang kehadiran yang menenangkan. Bahwa rasa aman dapat tumbuh dari sapaan sederhana, dari perhatian kecil yang tulus.
Dengan langkah-langkah yang terus menyusuri pasar, harapan pun ikut berjalan, agar Pasar Welonge tetap menjadi ruang yang aman, tertib, dan penuh kehangatan, tempat masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir, serta merasakan bahwa negara selalu hadir di tengah mereka.






