Keterangan Gambar
BANTUAN PASCABENCANA — Kapolsek Takkalalla AKP Mursalim, S.Sos., menyerahkan bantuan sembako kepada korban kebakaran rumah di Desa Soro, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (3/2/2026). Kebakaran tersebut menghanguskan dua unit rumah warga.
Penulis : Sabri
Editor : Alimuddin
Nuansa tulisan ini dari realease Humas Polres Polres Wajo
Api telah padam. Yang tertinggal hanya puing, bau kayu hangus, dan dua keluarga yang kehilangan rumah. Di Desa Soro, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, polisi datang bukan membawa sirene, melainkan sembako, dan kehadiran yang sunyi namun dibutuhkan.
Dua Rumah Ludes
Kebakaran menghanguskan dua unit rumah warga di Desa Soro, Selasa (3/2/2026). Tidak ada korban jiwa. Namun, seluruh harta benda korban tidak terselamatkan.
Beberapa jam setelah kejadian, jajaran Polsek Takkalalla Polres Wajo mendatangi lokasi. Mereka meninjau puing bangunan dan berbincang singkat dengan warga terdampak.
Polisi dan Bantuan Kemanusiaan
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Takkalalla, AKP Mursalim, S.Sos. Bersama personel, ia menyerahkan bantuan sembako kepada dua keluarga korban kebakaran.
Bantuan berupa beras, telur, dan mi instan. Kebutuhan dasar untuk hari-hari awal, sebelum warga kembali menata hidup mereka.
“Kami hadir untuk membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah,” kata AKP Mursalim di lokasi kejadian.
Hadir Tanpa Upacara
Tidak ada seremoni. Penyerahan bantuan dilakukan singkat. Polisi berdiri di antara sisa rangka rumah, sebagian masih menghitam oleh api.
Menurut AKP Mursalim, kehadiran polisi di lokasi bencana adalah bagian dari tugas pelayanan, sekaligus bentuk empati kepada masyarakat.
Imbauan Kewaspadaan
Selain menyerahkan bantuan, Kapolsek Takkalalla juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga sekitar. Ia meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor apabila terjadi gangguan keamanan maupun potensi bencana di lingkungan mereka.
Didampingi Aparat Desa
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Soro Mukhsin, anggota BPD Desa Soro, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat setempat.
Bagi warga, kehadiran aparat di tengah puing-puing rumah menjadi penanda bahwa mereka tidak sepenuhnya sendiri menghadapi musibah.








