Lebih dari Sekadar Janji: Narasi Cinta Fathul Azizah dan Virgiawan dalam Dekapan Ar-Rum

UCAPAN SELAMAT128 Dilihat

Keterangan Gambar:

Komisaris salah satu BUMN, PT Jamkrindo, Dr. H. Muh. Aras, S.Pd., M.M. (paling kanan), saat menghadiri prosesi lamaran Virgiawan Putra Pranala dan Fathul Azizah Masykur, S.Pd., di Antang, Kota Makassar, Rabu (7/1/2026). Turut mendampingi Arizaldi Aras, S.H. (paling kiri), dalam suasana kekeluargaan yang penuh rida.


Laporan : Andi Adi (Reporter Group Media Suara Palapa di Kota Makassar)

Editor: Alimuddin (Pemred Group Media Suara Palapa)


MAKASSAR – Di tengah deru kesibukan Kota Daeng, sebuah janji suci terucap dengan khidmat, menandai awal perjalanan baru bagi dua insan manusia. Fathul Azizah Masykur, S.Pd., dan Virgiawan Putra Pranala resmi menanggalkan masa lajang mereka dalam sebuah prosesi pernikahan yang sarat akan makna spiritual dan kehangatan keluarga, Sabtu (7/2/2026).

Melabuhkan Rindu dalam Ketetapan-Nya

Bagi Fathul Azizah Masykur, atau yang akrab disapa Chicha, dunia pendidikan telah membentuk karakternya untuk senantiasa memanusiakan manusia. Namun, ia menyadari bahwa pengabdian terbaik akan terasa lebih kokoh jika berpijak di atas landasan iman yang selaras.

Pertemuannya dengan Virgiawan Putra Pranala (Irgi) bukanlah sekadar kebetulan, melainkan sebuah dialog panjang yang berujung pada keyakinan. “Dari dialog hati ke hati, kedua orang tua pun menerima niat baik ini, hingga akhirnya janji itu terwujud hari ini,” ungkap Chicha dengan nada penuh syukur.

Pasangan ini memilih Surah Ar-Rum ayat 21 sebagai kompas perjalanan mereka, sebuah pengingat tentang penciptaan pasangan untuk meraih ketenteraman (sakinah) serta tumbuhnya rasa kasih dan sayang (mawaddah warahmah) sebagai tanda kebesaran Sang Pencipta.

Penyatuan Dua Garis Keluarga

Pernikahan ini menjadi muara dari doa tulus dua keluarga besar. Chicha merupakan putri dari pasangan akademisi dan aktivis terkemuka di Makassar, Drs. Masykur Thahir, M.Ap., dan Matahari Aris, S.Pd. Sosok Masykur Thahir, yang dikenal luas di lingkungan civitas akademika Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, turut memberikan nuansa intelektual dalam garis keturunan sang mempelai perempuan.

Sementara itu, Irgi membawa kehangatan dari keluarga Sudarto dan Tridya Septiani. Pertemuan kedua keluarga ini bak dua aliran sungai yang tenang, menyatu menuju samudera kehidupan yang baru dengan restu yang utuh.

Saksi Bisu di Gedung Lestari 45

Puncak kebahagiaan tersebut berlangsung di Gedung Lestari 45, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Tepat pukul 10.00 WITA, kalimat sakral ijab kabul menggema di hadapan penghulu, menandai sahnya Irgi dan Chicha sebagai pasangan suami istri.

Suasana haru dan bahagia berlanjut pada sesi resepsi yang digelar pukul 12.00 hingga 14.30 WITA di lokasi yang sama. Kehadiran para tokoh keluarga, kolega, dan kerabat menambah kekhidmatan acara.

Undangan yang disebar sebelumnya, tercantum nama yang mengundang keluarga mempelai perempuan, Drs. Masykur Thahir, M.Ap., dengan Matahari Aris.

Dalam daftar keluarga yang turut mengundang, terselip penghormatan bagi para sesepuh yang telah berpulang, di antaranya keluarga (Almarhum) Muh. Thahir Andi Sawung, (Almarhum) Aris Pai, dan (Almarhumah) Hj. St. Nurmasyi’ah Andi Lajju Petta Longi, Muhammad Triana Hendra, S.Sos., / Fadhilah Azhilah Masykur, S.H. sebagai bentuk takzim pada akar silsilah keluarga.

Bagi Chicha dan Irgi, hari itu, bukanlah garis finis dari sebuah pencarian, melainkan pintu gerbang menuju pengabdian panjang untuk saling menjaga dan mencintai dalam rida-Nya.

Segenap jajaran Direksi PT. Suara Palapa Info beserta seluruh staf dan wartawan Grup Media Suara Palapa turut menghaturkan doa terbaik:

“Selamat berbahagia untuk kedua mempelai, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *