Di Bawah Cahaya Biru, Malam Minggu Sengkang Dijaga Sunyi yang Aman

KAMTIBMAS357 Dilihat

Keterangan Gambar:

PATR0LI MALAM: Personel Polsek Tempe melaksanakan Patroli Biru di kawasan Pasar Malam Terminal Sengkang, Kabupaten Wajo, Sabtu (31/1/2026) malam. Di tengah aktivitas warga yang masih berlangsung, polisi hadir untuk memantau situasi dan menjaga ketertiban, memastikan ruang publik tetap aman hingga malam berakhir. (Foto: Humas Polsek Tempe)


Laporan: Sabri


Malam turun perlahan di Sengkang. Riuh pasar malam berkelindan dengan deru sepeda motor, tawa anak-anak, dan obrolan warga yang menolak pulang lebih cepat. Di antara cahaya lampu kios dan sorot kendaraan yang lalu-lalang, kilau biru berpendar tenang, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menenangkan. Itulah tanda kehadiran polisi, menyusuri malam, menjaga agar kegembiraan tak berubah menjadi kegelisahan.

Sabtu malam (31/1/2026), jajaran Polsek Tempe Polres Wajo kembali menggelar Blue Light Patrol. Patroli biru ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar menghadirkan rasa aman di saat kota paling hidup—ketika warga menikmati akhir pekan dan potensi gangguan kamtibmas kerap mengintai tanpa suara.

Dimulai sekitar pukul 22.00 WITA, patroli dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tempe IPTU Aditiawarman, S.H., M.AP. Mobil patroli bergerak menyusuri titik-titik yang menjadi denyut malam Kecamatan Tempe: Pasar Malam Terminal Sengkang, kawasan pertokoan, SPBU, hingga objek vital perbankan. Lampu rotator biru menyala konstan, menjadi penanda kehadiran negara di ruang publik.

Kapolsek Tempe, AKP Candra Said Nur, S.H., M.H., menyebut patroli ini sebagai langkah preventif untuk menekan peluang kejahatan, sekaligus membangun rasa aman yang nyata bagi masyarakat.

“Lokasi dengan aktivitas warga yang tinggi menjadi prioritas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan memberi efek cegah sekaligus rasa nyaman,” ujarnya.

Tak hanya memantau, personel juga turun berdialog. Polisi menyapa warga, mendengar cerita singkat, dan menyampaikan pesan kamtibmas, pendekatan yang menjadikan patroli bukan sekadar pengawasan, melainkan percakapan sosial.

AKP Candra menegaskan, keamanan tak mungkin dijaga sendirian. Sinergi dengan masyarakat menjadi kunci agar ketertiban tetap terpelihara.

“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Bila ada aktivitas mencurigakan, segera lapor ke Polsek Tempe atau Call Center 110,” katanya.

Hingga dini hari, Kecamatan Tempe tetap tenang. Malam Minggu berakhir tanpa kegaduhan. Di bawah cahaya biru yang berputar sabar, Sengkang tidur dengan rasa aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *