Di Balik Seragam yang Rapi, Integritas Diperiksa: Sentuhan Sunyi Propam Menjaga Marwah Tugas

POLRI48 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Seksi Propam melakukan pemeriksaan identitas dan kelengkapan administrasi anggota Polwan Sat Lantas saat kegiatan Gaktiblin di halaman Mapolres Wajo, Senin (23/2/2026). Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kesiapan, kedisiplinan, dan profesionalisme personel sebelum bertugas melayani masyarakat. (FOTO: HUMAS POLRES WAJO)


Reporter: Sabri


Pagi masih menyisakan embun ketika barisan itu berdiri tegap di halaman markas. Seragam abu-abu tampak bersih, sepatu mengilap memantulkan cahaya mentari, dan di antara detik-detik hening, selembar kartu identitas diperiksa dengan saksama. Di situlah disiplin tidak sekadar aturan, ia menjadi napas yang menjaga kehormatan profesi.

Ritual Pagi Penjaga Disiplin

Di halaman Mapolres, Senin pagi (23/2/2026), Seksi Profesi dan Pengamanan Polres Wajo menggelar Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) bagi jajaran Sat Lantas Polres Wajo. Kegiatan ini bukan sekadar inspeksi formalitas, melainkan ritual pengingat bahwa ketertiban internal adalah fondasi pelayanan publik.

Dipimpin langsung oleh Kasi Propam AKP H. Siswanto, pemeriksaan dilakukan menyeluruh, dari sikap tampang, kerapian gampol, hingga kelengkapan identitas pribadi dan administrasi kendaraan. Bahkan senjata api dinas pun tak luput dari pengecekan teliti.

Disiplin Sebagai Nafas Pengabdian

Menurutnya, Gaktiblin merupakan agenda rutin sekaligus fungsi kontrol agar setiap personel tetap berada di rel profesionalisme. Sebab sebelum melayani masyarakat, aparat harus memastikan dirinya tertib terlebih dahulu.

Ia menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban struktural, melainkan nilai moral yang menjaga marwah institusi Polri di mata publik. Pengawasan internal seperti ini diharapkan mampu menekan potensi pelanggaran sekecil apa pun.

Detail yang Menentukan Kepercayaan

Satu per satu kelengkapan diperiksa: KTA, KTP, SIM, hingga STNK. Rambut harus rapi, atribut harus tepat, dan sikap harus mencerminkan kesiapan bertugas. Hal-hal kecil itulah yang kerap luput dari sorotan, namun justru menjadi fondasi kepercayaan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap tertib dan kondusif. Secara umum, personel dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan, meski arahan tetap diberikan agar kedisiplinan terus dipertahankan, karena profesionalisme adalah proses yang tak pernah selesai.

Polri yang Humanis

Di balik bunyi peluit lalu lintas dan hiruk pikuk jalan raya, ada proses sunyi yang jarang terlihat publik. Di halaman markas, di antara barisan rapi dan pemeriksaan teliti, integritas dirawat perlahan, seperti cahaya pagi yang setia datang tanpa suara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *