Di Balik Layar Pengabdian: Biro SDM Polda Sulsel Raih Predikat WBBM, Sebuah Jalan Sunyi Reformasi Birokrasi

POLRI57 Dilihat

Keterangan Gambar:

Pejabat utama Polda Sulsel bersama jajaran Biro SDM mengikuti secara daring pengumuman SAKIP dan Zona Integritas Award 2025 di ruang rapat Polda Sulsel, Makassar, Rabu (11/2/2026), saat Biro SDM resmi diumumkan meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari KemenPANRB.

MAKASSAR — Di sebuah ruang rapat yang hening namun sarat makna, derap langkah para perwira dan personel Polda Sulawesi Selatan seakan berpadu dengan harapan panjang akan birokrasi yang semakin bersih dan melayani. Rabu (11/2/2026), suasana khidmat itu menjadi saksi ketika kabar membanggakan tiba: Biro SDM Polda Sulsel resmi meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).

Pengumuman tersebut disampaikan dalam forum SAKIP dan Zona Integritas (ZI) Award 2025 di Jakarta yang diikuti secara daring oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Nasri, S.I.K., bersama Irwasda, Karo SDM, pejabat utama, tim pembangunan ZI-WBBM, serta personel Biro SDM. Di balik layar digital itu, bukan sekadar seremoni yang berlangsung, melainkan pengakuan atas proses panjang yang ditempuh dengan disiplin, evaluasi, dan ketekunan.

Fondasi Reformasi yang Diuji Waktu

Dalam sambutannya, Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa reformasi birokrasi bukanlah slogan administratif, melainkan fondasi strategis untuk membangun tata kelola pemerintahan yang kuat, transparan, dan berintegritas. Ia menempatkan SAKIP dan pembangunan Zona Integritas sebagai instrumen penting dalam memastikan transformasi kinerja birokrasi berjalan nyata, bukan sekadar konsep di atas kertas.

Tahun 2025 tercatat 297 instansi pemerintah berpartisipasi dalam program ini, namun hanya 133 unit kerja yang berhasil meraih predikat WBK dan/atau WBBM. Di antara jumlah itu, Biro SDM Polda Sulsel muncul sebagai salah satu unit kerja yang memenuhi standar ketat penilaian nasional.

Menurut Menteri PANRB, predikat WBBM bukanlah simbol seremonial, melainkan cerminan sistem manajemen kinerja yang terukur, penguatan pengawasan internal, penataan tata laksana, serta peningkatan kualitas layanan publik yang benar-benar dirasakan.

Lebih dari Penghargaan

Bagi jajaran Biro SDM Polda Sulsel, capaian ini adalah hasil perjalanan dua tahun yang tidak singkat. Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad untuk terus menjaga standar integritas yang telah diraih.

“Predikat ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara transparan dan sepenuh hati. Terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja keras menjadi agen perubahan,” ujarnya.

Lebih jauh, penghargaan ini dipandang sebagai tonggak strategis dalam transformasi kelembagaan. Ia tidak hanya menegaskan keberhasilan internal, tetapi juga mencerminkan dukungan konkret terhadap agenda besar reformasi Polri, menghadirkan pelayanan publik yang profesional, kredibel, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat maupun personel.

Menjaga Api Perubahan

Pesan Menteri PANRB menjadi penutup yang sekaligus pengingat: penghargaan harus dimaknai sebagai komitmen berkelanjutan. Para penerima diharapkan mampu menjaga standar integritas, memperkuat orientasi hasil, serta menjadi teladan bagi unit kerja lain.

Di ruang rapat itu, barisan seragam yang berdiri tegak bukan sekadar simbol kedisiplinan, melainkan gambaran tekad kolektif: bahwa reformasi birokrasi bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan panjang yang harus dijaga, hari demi hari. (*/Sabri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *