A. Muh. Ikram, Anggota DPRD Sulsel, Hangatkan Silaturahmi Ramadan Lewat Bukber Penuh Berkah di Soppeng

SYI'AR ISLAM286 Dilihat

Foto dikutip dari Sosmed yang tersebar saat A. Muhammad Ikram menyosialisasikan diri sebagai Calon Anggota DPRD Sulsel pada Pemilu 2024 lalu


Penulis: Alimuddin
Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kab. Soppeng


SOPPENG — Langit senja menggantungkan cahaya keemasan di ufuk barat ketika langkah-langkah para tamu mulai memenuhi ruang pertemuan di Hark Cafe Malaka. Di antara aroma hidangan berbuka dan bisik salam yang saling bersahutan, kebersamaan terasa seperti doa yang menjelma nyata. Ramadan kembali mempertemukan hati-hati yang rindu silaturahmi dalam satu meja penuh berkah, Rabu (25 Februari 2026).

Acara buka puasa bersama yang digelar anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Ikram, S.H., menjadi ruang temu antara wakil rakyat dan masyarakatnya. Sejumlah tokoh masyarakat, simpatisan, dan para pendukung hadir, menambah hangat suasana yang mengalir seperti zikir lembut di penghujung hari.

Silaturahmi yang Menyatukan Hati

Di sela waktu menanti azan magrib, para undangan larut dalam percakapan ringan, senyum tulus, dan jabat tangan penuh makna. Tidak ada sekat jabatan ataupun perbedaan latar belakang; yang ada hanya rasa persaudaraan yang menguat, seolah Ramadan menuntun setiap jiwa kembali pada fitrahnya.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa pertemuan sederhana dapat menjelma menjadi jembatan kasih antara pemimpin dan rakyatnya. Kebersamaan yang tercipta bukan sekadar pertemuan sosial, melainkan simpul kepercayaan yang dirawat dalam kehangatan iman.

Warisan Nilai dari Keluarga

Diketahui, Andi Muhammad Ikram merupakan putra dari A. Kaswadi Razak, mantan Bupati Soppeng dua periode yang dikenal luas di tengah masyarakat Soppeng. Jejak pengabdian sang ayah seakan menjadi lentera yang menuntun langkahnya dalam merawat kedekatan dengan warga.

Ramadan, Waktu Menyulam Kebersamaan

Dalam sambutannya, politisi dari Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa bulan suci adalah saat terbaik untuk mempererat persaudaraan.

“Bulan suci Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat silaturahmi. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Ucapan itu disambut anggukan hangat para hadirin, seolah setiap kata menjadi doa yang melayang pelan menuju langit senja.

Cahaya Kebersamaan di Meja Berbuka

Ketika azan akhirnya berkumandang, tangan-tangan terangkat dalam doa syukur. Gelas terisi, kurma terpetik, dan senyum pun merekah. Di meja berbuka itu, bukan hanya lapar yang terobati, tetapi juga kerinduan akan kebersamaan yang tulus.

Ramadan kembali membuktikan dirinya sebagai bulan yang menautkan hati, mengajarkan bahwa kekuatan sejati sebuah masyarakat terletak pada persatuan, empati, dan iman yang dijaga bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *