Keterangan Gambar:
SENTUHAN EMPATI: Personel Satlantas Polres Soppeng memberikan dukungan moril dan pelukan hangat kepada anggota keluarga saat menjenguk Brigpol Muammar yang tengah sakit di kediamannya, Kecamatan Liliriaja, Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian pimpinan terhadap kesehatan dan kesejahteraan anggota.
Laporan: S.M. Katalawala
SqOPPENG – Pagi itu, Rabu, 14 Januari 2026, matahari di ufuk timur Liliriaja tampak malu-malu menyapa. Namun, di sebuah rumah di bilangan Launga, suasana terasa begitu hangat, melampaui teriknya cuaca. Bukan karena deru mesin patroli yang biasanya memecah jalanan, melainkan karena hadirnya secercah empati yang datang mengetuk pintu.
Kesibukan tugas di Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng sejenak ditinggalkan demi sebuah misi yang tak tertulis di buku saku kepolisian: misi kemanusiaan.
Rindu Bertugas di Balik Kesabaran
Di dalam rumah itu, Brigpol Muammar terbaring lemah. Langkah tegapnya yang biasa mengatur sirkulasi jalanan kini harus melambat, tertahan oleh raga yang sedang diuji rasa sakit. Namun, sunyinya ruang pemulihan itu seketika pecah saat derap langkah rekan sejawat hadir membawa semangat baru.
Kasat Lantas Polres Soppeng, AKP H. Alwi, S.Pd., M.Si, tidak datang sebagai komandan yang memberi perintah. Ia hadir sebagai sosok ayah dan kakak bagi anggotanya. Bersama sejumlah personel Satlantas lainnya, kehadiran mereka sekitar pukul 09.00 WITA itu membawa doa yang mengalun lembut di antara percakapan ringan dan tawa penyemangat.
Lebih dari Sekadar Seragam
Bagi AKP H. Alwi, kunjungan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ada pesan mendalam tentang soliditas yang ingin ia sampaikan. Bahwa di balik seragam cokelat yang mereka kenakan, ada detak jantung manusia yang saling peduli.
“Ini adalah wujud komitmen kami untuk saling mendukung dalam setiap kondisi. Perhatian dan empati adalah obat paling mujarab di luar resep dokter,” ungkap AKP H. Alwi dengan nada bicara yang penuh ketulusan.
Baginya, melihat personel kembali sehat dan bisa beraktivitas seperti sediakala adalah harapan terbesar seluruh keluarga besar Satlantas.
Ikatan Keluarga Besar Bhayangkara
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa Polres Soppeng bukan sekadar institusi tempat bekerja, melainkan sebuah rumah besar bagi satu keluarga.
“Kehadiran kami adalah bentuk nyata bahwa pimpinan Polri selalu ada untuk anggotanya. Kita ingin memperkuat rasa kekeluargaan ini, agar kebersamaan tetap terjaga baik dalam suka maupun duka,” tutur AKBP Aditya Pradana.
Kunjungan itu berakhir dengan haru. Sebuah pelukan hangat dan untaian doa menjadi penutup pertemuan singkat di pagi itu, meninggalkan pesan bahwa meski raga sedang lemah, Brigpol Muammar tidak pernah berjalan sendirian dalam perjuangannya untuk sembuh.












