Di Bawah Cahaya Masjid, Polisi Menjaga Damai hingga Malam Menepi

KAMTIBMAS52 Dilihat

Keterangan Gambar:

Personel Polsek Gilireng melaksanakan Patroli Biru di sekitar Masjid Raya Al-Hidayah, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Jumat (10/7/2026) malam. Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat menjadi bagian dari upaya preventif menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus menghadirkan rasa aman bagi warga yang beribadah dan beraktivitas pada malam hari. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Wajo)

WAJO, SUARA PALAPA — Malam selalu memiliki caranya sendiri mengajarkan manusia tentang keheningan. Ketika langit Gilireng diselimuti gelap dan cahaya lampu masjid memantulkan keteduhan ke jalan-jalan desa, ada langkah-langkah yang tetap terjaga. Mereka bukan sekadar berpatroli, melainkan memastikan setiap keluarga dapat menutup pintu rumah dengan hati yang tenang, dan setiap jemaah dapat pulang dari rumah Allah tanpa dihantui rasa cemas.

Di sela lalu-lalang kendaraan yang mengantar warga kembali dari masjid, sosok anggota kepolisian berdiri bersahaja di pelataran. Kehadirannya mungkin tak selalu menjadi pusat perhatian, namun justru di situlah makna pengabdian menemukan wujudnya. Menjaga tanpa harus disanjung, mengawasi tanpa ingin dipuji.

Komitmen itu kembali diwujudkan personel Polsek Gilireng melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa Patroli Biru, Jumat malam (10/7/2026), mulai pukul 20.00 Wita. Patroli menyusuri sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat serta lokasi yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo.

Patroli dilaksanakan oleh Bripka Herwan bersama Brigpol Eldhy Azanul Akbar. Selain memantau situasi, keduanya menyapa warga dengan pendekatan yang humanis, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat senantiasa menjaga ketertiban, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Pendekatan preventif semacam ini menjadi bagian dari ikhtiar Polri untuk membangun rasa aman, bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kehadiran yang dekat dengan masyarakat. Sebab keamanan sejatinya lahir dari kepercayaan, dan kepercayaan tumbuh ketika negara hadir dalam wajah yang ramah dan menenangkan.

Kapolsek Gilireng, IPTU Bachri, menegaskan bahwa KRYD merupakan agenda rutin yang terus ditingkatkan sebagai bentuk komitmen Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Patroli Biru kami laksanakan secara konsisten untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kehadiran anggota Polri di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya tindak pidana maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Gilireng untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan,” ujar IPTU Bachri.

Hingga patroli berakhir, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Gilireng terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan yang berarti selama kegiatan berlangsung.

Di negeri yang religius seperti Wajo, keamanan bukan sekadar soal bebas dari kejahatan. Ia adalah ruang yang memungkinkan azan berkumandang tanpa rasa khawatir, anak-anak tertidur lelap, para orang tua pulang dari masjid dengan senyum yang utuh, dan doa-doa malam naik ke langit tanpa disertai kegelisahan.

Karena pada akhirnya, tugas menjaga keamanan bukan hanya tentang mengamankan jalan-jalan yang lengang, melainkan juga merawat ketenangan hati masyarakat. Dan ketika malam kembali menepi di Gilireng, Patroli Biru telah meninggalkan pesan sederhana: pengabdian terbaik adalah yang membuat masyarakat merasa aman, bahkan ketika mereka tidak menyadari ada yang sedang berjaga.
(*/Sabri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *