EDITORIAL SUARA PALAPA
Di balik setiap berita yang kita baca, selalu ada kehidupan yang sedang berjalan. Ada keluarga yang menanti, ada air mata yang ditahan, dan ada doa yang terus dipanjatkan. Karena itu, sebuah berita tidak boleh berhenti sebagai deretan fakta. Ia harus mampu menghadirkan makna.
Kasus hilangnya Mitha adalah salah satunya.
Bagi aparat penegak hukum, peristiwa ini adalah sebuah penyelidikan yang harus diungkap berdasarkan alat bukti dan fakta. Bagi keluarga, ini adalah penantian yang tidak mengenal batas waktu. Sementara bagi masyarakat, ini adalah ujian: apakah kita memilih menjadi bagian dari solusi atau justru menambah luka dengan kabar yang belum tentu benar.
Suara Palapa memandang bahwa setiap orang yang hilang bukan sekadar angka dalam statistik. Ia adalah anak bagi orang tuanya, saudara bagi keluarganya, dan bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap upaya pencarian patut dihormati, setiap ikhtiar aparat patut didukung, dan setiap doa yang dipanjatkan patut diaminkan.
Dalam era media sosial, kecepatan sering kali mengalahkan ketepatan. Informasi yang belum terverifikasi dengan mudah berubah menjadi opini, lalu berkembang menjadi penghakiman. Padahal, kebenaran tidak pernah lahir dari prasangka.
Kami percaya, tugas pers bukan memperkeruh suasana, melainkan menjernihkan informasi. Pers hadir untuk menyampaikan fakta, menjaga keseimbangan, sekaligus merawat empati. Sebab di balik setiap peristiwa, selalu ada manusia yang harus dihormati martabatnya.
Kami juga mengajak masyarakat untuk memberi ruang kepada penyidik bekerja secara profesional. Sebuah penyelidikan membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan dukungan semua pihak. Bila memiliki informasi, sampaikan melalui jalur yang benar. Bila tidak, jangan biarkan dugaan berkembang menjadi fitnah.
Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, kita diajarkan bahwa setiap kabar harus diperiksa kebenarannya. Menjaga lisan dan tulisan adalah bagian dari akhlak. Sebab satu kalimat yang tidak benar dapat melukai banyak hati.
Editorial ini bukan sekadar tentang Mitha.
Ini adalah pengingat bahwa ketika satu orang belum ditemukan, harapan tidak boleh ikut hilang. Ketika keluarga masih menunggu, kepedulian masyarakat tidak boleh padam. Dan ketika aparat masih bekerja, kepercayaan publik harus tetap dijaga.
Semoga Allah SWT menerangi setiap langkah pencarian, memberikan ketabahan kepada keluarga yang menanti, serta membimbing setiap ikhtiar menuju titik terang.
Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah masyarakat bukan hanya diukur dari kemampuannya mencari kebenaran, tetapi juga dari kesanggupannya menjaga nurani.
— Redaksi Suara Palapa (Juli 2026)






