Merawat Amanah, Menyatukan Perantau: Ikatan Keluarga Sidrap Meneguhkan Pengabdian untuk Daerah

Nasional93 Dilihat

Ilustrasi

Penulis: Masykur Thahir

MAKASSAR, SUARA PALAPA — Di tengah riuh kehidupan kota yang terus bergerak, ada kerinduan yang tak pernah lekang dari hati para perantau: kerinduan kepada kampung halaman. Kerinduan itulah yang pada Sabtu (20/6/2026) mempertemukan kembali putra-putri terbaik Sidenreng Rappang dalam Musyawarah Besar (Mubes) ke-8 Ikatan Kekerabatan Masyarakat (IKM) bersama Ikatan Sarjana Asal (ISA) Sidrap di Hotel Unhas & Convention Center, Makassar.

Bukan sekadar agenda organisasi, pertemuan itu menjelma menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Sebuah ikhtiar untuk merawat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menyatukan gagasan demi masa depan tanah kelahiran yang dicintai bersama.

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para tokoh, akademisi, birokrat, hingga masyarakat Sidrap dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu semangat yang sama: menghadirkan manfaat bagi daerah dan generasi yang akan datang.

Musyawarah besar tersebut mengagendakan pemilihan kepengurusan baru periode 2026–2031, evaluasi program kerja organisasi, sekaligus merumuskan arah perjuangan dan kontribusi IKM serta ISA Sidrap pada masa mendatang.

Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Yarham Yasmin, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, anggota DPRD, para kepala perangkat daerah, camat, serta sejumlah tokoh masyarakat dan keluarga besar Sidrap.

Mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Yarham Yasmin menyampaikan penghargaan kepada IKM dan ISA Sidrap yang selama ini menjadi perekat persaudaraan masyarakat Sidrap yang tersebar di berbagai daerah.

Menurutnya, keberadaan kedua organisasi tersebut bukan hanya menjadi simbol kebersamaan warga Sidrap, tetapi juga telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah dan kemajuan Sulawesi Selatan secara umum.

Di hadapan peserta musyawarah, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memanfaatkan momentum itu untuk menyampaikan berbagai capaian pemerintahan selama setahun terakhir sekaligus memaparkan sejumlah program prioritas yang akan diperkuat pada tahun 2026.

Namun lebih dari sekadar laporan pembangunan, yang mengemuka dari pidato Syaharuddin adalah pesan tentang amanah. Sebuah nilai yang dalam tradisi masyarakat Bugis selalu ditempatkan sebagai kehormatan tertinggi.

Dengan penuh rasa syukur, ia mengingat kembali kepercayaan besar yang diberikan masyarakat Sidrap kepadanya. Kepercayaan yang bukan hanya menjadi kemenangan politik, melainkan tanggung jawab moral yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama melaksanakan Mubes ke-8 IKS Sidrap bersama Ikatan Sarjana Asal Sidrap. Saya diberikan amanah oleh masyarakat Sidrap kurang lebih 70 persen dan tentu saya akan menjaga amanah tersebut sampai periode saya selesai,” ujar Syaharuddin Alrif.

Pernyataan itu disambut hangat oleh peserta yang hadir. Sebab dalam setiap perjalanan kepemimpinan, amanah adalah fondasi yang menjaga kepercayaan tetap hidup. Ketika amanah dijaga dengan ketulusan, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan dan kesejahteraan.

Mubes ke-8 IKM dan ISA Sidrap pun menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah daerah tidak semata-mata terletak pada sumber daya yang dimiliki, melainkan pada kemampuan warganya untuk tetap terhubung, saling menguatkan, dan terus berkontribusi bagi tanah yang membesarkan mereka.

Di ruang pertemuan itu, silaturahmi menemukan maknanya. Persaudaraan menemukan rumahnya. Dan Sidrap, sekali lagi, dipersatukan oleh cinta yang tumbuh dari akar sejarah, pengabdian, serta doa-doa yang terus dipanjatkan untuk kemajuan daerah yang diberkahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *