Oleh: Redaksi
MALINO, SULAWESI SELATAN — Kabut tipis yang turun perlahan di perbukitan Malino seakan menjadi saksi bisu pertemuan yang bukan sekadar rapat kerja biasa. Di antara udara sejuk dan hamparan hijau yang menenangkan jiwa, keluarga besar PT. Darussalam Wisata (DSW) berkumpul, menautkan niat, menyatukan langkah, dan menguatkan komitmen dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) 2026, yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Maret 2026.
Di ruang-ruang pertemuan yang hangat oleh kebersamaan, hadir Komisaris H. Rukman Nawawi, Direktur Utama Drs. H. Guntur Mas’ud, M.M, jajaran manajemen, staf, hingga para agen dan mitra dari berbagai penjuru negeri, khususnya kawasan Indonesia Timur. Mereka datang bukan sekadar membawa laporan dan angka, tetapi juga harapan, tentang bagaimana perjalanan ibadah dapat dijaga kesuciannya di tengah dinamika zaman.
RAKERNAS ini menjadi lebih dari forum strategis. Ia menjelma ruang tafakur kolektif, tempat di mana bisnis ditundukkan oleh nilai, dan pelayanan dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada tamu-tamu Allah Subhana Wa Ta’ala.
Sejak awal berdirinya, Darussalam Wisata tidak ingin hanya dikenal sebagai penyelenggara perjalanan. Ia tumbuh sebagai amanah. Sebuah ikhtiar untuk mengantarkan jamaah menuju Tanah Suci dengan hati yang tenang, langkah yang ringan, dan ibadah yang khusyuk. Di sanalah keikhlasan menjadi fondasi, tanggung jawab menjadi jalan, dan ridha Allah SWT menjadi tujuan yang tak pernah bergeser.
Kepercayaan jamaah, yang selama ini terjaga, tidak semata lahir dari fasilitas atau kemewahan layanan. Ia tumbuh dari rasa aman, ketenangan batin, dan pendampingan yang hadir sejak niat itu tumbuh hingga doa-doa kembali dipanjatkan di tanah air.
Namun, perjalanan tidak selalu lurus. Dalam forum ini, Darussalam Wisata juga menatap jujur pada dirinya sendiri. Evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan umrah 2025–2026 dilakukan dengan penuh kesadaran. Standarisasi pelayanan diperkuat, perbedaan paket ditegaskan, sistem pemberangkatan ditata ulang, dan administrasi jamaah diperjelas, semua demi menjaga amanah tetap utuh.
Di tengah persaingan industri yang semakin tajam, di mana harga kerap dijadikan umpan utama, Darussalam Wisata memilih jalan yang tidak selalu mudah. Mereka menolak menjadikan harga sebagai satu-satunya wajah. Sebab di balik angka yang murah, seringkali tersembunyi ketidakpastian yang dapat merisaukan hati jamaah.
Bagi Darussalam Wisata, pelayanan bukan sekadar transaksi. Ia adalah janji. Janji untuk menghadirkan kepastian keberangkatan, transparansi program, dan kualitas yang tidak dikompromikan.
Tantangan lain pun datang dari luar kendali manusia. Gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah memberi dampak nyata pada perjalanan ibadah. Penundaan dan keterlambatan menjadi risiko yang tak terelakkan di sejumlah maskapai.
Namun di tengah ketidakpastian itu, Darussalam Wisata tetap memilih jalur yang diyakini lebih aman, menggunakan penerbangan langsung rute UPG–JED tanpa transit. Sebuah ikhtiar untuk meminimalisir risiko, sekaligus menjaga kenyamanan jamaah yang telah menaruh kepercayaan.
Fenomena umrah mandiri yang mulai marak juga menjadi perhatian. Sebab ibadah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan ruhani yang membutuhkan bimbingan. Tanpa pendampingan, arah bisa saja kabur, makna bisa saja redup.
Di sinilah Darussalam Wisata menegaskan perannya. Mendampingi jamaah sejak sebelum berangkat, saat berada di Tanah Suci, hingga kembali ke rumah dengan hati yang mungkin telah berubah, lebih tenang, lebih dekat, lebih penuh syukur.
Di sela-sela pembahasan yang serius, tawa pun tak luput hadir. Kegiatan outbound, permainan kekompakan, dan momen kebersamaan lainnya menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah perjalanan tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada rasa memiliki dan saling percaya.
Malino pun menjadi saksi, bahwa di balik angka dan strategi, ada hati-hati yang bekerja dengan niat yang sama.
Melalui RAKERNAS ini, Darussalam Wisata kembali menegaskan jalannya—terus bertumbuh, memperkuat sistem, dan menjaga kualitas pelayanan. Sebuah komitmen yang dirangkum dalam satu kalimat sederhana, namun sarat makna:
Darussalam Wisata — Hati Tenang, Ibadah Lancar.
Sebab pada akhirnya, yang dicari bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan pulang menuju ketenangan yang hakiki.
