Keterangan Foto:
Personel Polres Soppeng bersama unsur TNI dan aparatur pemerintah daerah melakukan Karya Bakti pembersihan Taman Makam Pahlawan Salotungo, Selasa (6/1/2026), dalam rangka HUT ke-69 Korem 141/Toddopuli.
Laporan : Hasanuddin Tinco
Karya Bakti HUT ke-69 Korem 141/Toddopuli Menjadi Ruang Sunyi Menyemaikan Nasionalisme
Pagi di Taman Makam Pahlawan Salotungo tidak sekadar disapa cahaya matahari. Selasa (6/1/2026), hamparan nisan putih itu menyambut langkah-langkah bersahaja para penjaga negeri—TNI, Polri, dan aparatur pemerintah—yang datang bukan dengan senjata, melainkan dengan sapu, cangkul, dan niat tulus menjaga kehormatan para pendahulu. Di ruang sunyi penuh doa itulah, Polres Soppeng menyapu jejak sejarah, membersihkan debu waktu, dan menegaskan satu pesan: bangsa besar adalah bangsa yang tak lupa asal-usul perjuangannya.
Menyemai Hormat di Tanah Perjuangan
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Korem 141/Toddopuli, Polres Soppeng ikut ambil bagian dalam kegiatan Karya Bakti pembersihan TMP Salotungo. Berbekal Surat Perintah Kapolres Soppeng Nomor: Sprin/08/I/KEP./2026, sejumlah personel Polri dikerahkan untuk bergotong royong membersihkan kawasan makam pahlawan.
Berpakaian olahraga abu-abu, para personel menyisir setiap sudut TMP—memungut dedaunan kering, merapikan rerumputan, hingga memastikan setiap pusara tampil bersih dan terawat. Di antara peluh yang jatuh, terpatri rasa hormat yang tidak diucapkan, tetapi dihadirkan lewat kerja nyata.
Sinergi yang Tumbuh dari Sunyi
Karya Bakti ini menjadi ruang perjumpaan nilai: sinergitas TNI–Polri berpadu dengan semangat aparatur sipil daerah. Bukan sekadar kerja bakti, kegiatan ini menjelma ritual kebangsaan—menghubungkan generasi kini dengan para pahlawan yang beristirahat dalam keabadian.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar simbolik.
“Ini bukan sekadar aksi bersih-bersih. Ini adalah penghormatan. Polri hadir sebagai bagian dari bangsa yang tidak melupakan sejarah dan jasa para pendahulu,” ujarnya.
Merawat Karakter, Menguatkan Pengabdian
Lebih jauh, Kapolres menekankan bahwa kegiatan semacam ini menjadi sarana pembinaan mental dan karakter personel. Di antara barisan nisan, para anggota diingatkan bahwa tugas kepolisian bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga merawat nilai, membangun empati, dan meneguhkan pengabdian.
“Kami berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin kuat, sekaligus mempererat sinergi TNI–Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” tambahnya.
Sunyi yang Berbicara
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Namun, lebih dari itu, pagi di TMP Salotungo meninggalkan jejak makna: bahwa di antara sunyi dan doa, bangsa ini masih setia menyapa para pahlawannya—dengan sapu, dengan peluh, dan dengan janji untuk terus menjaga negeri.







