Keterangan Gambar: Ustaz Ansar menyampaikan ceramah dan pembinaan rohani kepada para tahanan di balik sel Mapolres Soppeng dengan penuh khidmat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
PALAPA MEDIA GROUP Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
TAJUK RENCANA PALAPA
Sikap Resmi Redaksi
SUARA PALAPA, SOPPENG — Jeruji besi kerap dipersepsikan sebagai batas akhir kehormatan seseorang. Namun, di balik dinginnya jeruji sel Mapolres Soppeng, batas itu tidak menghapus hakikat paling mendasar dari seorang manusia: kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
Jumat pagi (23/10/2026), sekitar pukul 09.37 WITA, suasana di dalam sel terasa berbeda. Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Soppeng menggelar agenda Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). Lewat untaian nasihat yang mengalun teduh dari Ustaz Ansar, ruang-ruang sempit penahanan menjelma menjadi tempat kontemplasi. Kata demi kata meresap perlahan, mengetuk kesadaran jiwa-jiwa yang sedang diuji oleh perbuatannya sendiri.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan hak prosedural hukum, melainkan sebuah bentuk pemuliaan terhadap martabat kemanusiaan. Berdasarkan laporan Sat Tahti Polres Soppeng, saat ini terdapat 29 warga binaan laki-laki, 17 di antaranya tersangkut perkara tindak pidana umum dan 12 lainnya terkait kasus narkoba. Di balik angka-angka tersebut, ada jiwa-jiwa yang merindukan jalan pulang menuju kebaikan.
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa proses penegakan hukum tidak boleh mengikis rasa empati dan nilai spiritualitas.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Melalui pembinaan rohani ini, kami berharap para tahanan dapat mengambil hikmah dari setiap nasihat yang disampaikan, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar AKBP Hari Budiyanto.
Pendekatan religius dan humanis ini membuktikan bahwa institusi kepolisian tidak hanya bertindak sebagai pengawal hukum yang tegas, tetapi juga sebagai pengayom nurani. Pengawasan dan perawatan tahanan dijalankan secara profesional, tanpa melupakan sisi kemanusiaan bahwa setiap pendosa berhak atas masa depan yang lebih baik.
Melalui pencerahan rohani ini, Polres Soppeng menghidupkan kembali harapan di tempat yang paling redup. Kesalahan masa lalu adalah pelajaran, tetapi niat untuk merengkuh kebaikan adalah jalan menuju kemuliaan.
Renungan Penutup: Jeruji besi mungkin sanggup mengurung langkah kaki dan membatasi raga, tetapi ia tak akan pernah mampu memenjarakan hati yang rindu akan ketenangan dan ampunan Tuhan. Sebab, sejauh mana pun seseorang tersesat dalam gelap, pintu maaf dan ruang perubahan akan selalu terbuka wide bagi jiwa yang berani berserah dan mengakui kekhilafannya.
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.






