Sujud di Bawah Kubah Nurani: Ketika Seragam Mengabdi pada Kesucian dan Kemanusiaan

POLRI101 Dilihat

Keterangan Gambar: Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan bersama Pejabat Utama, personel gabungan Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar, pengurus masjid, serta petugas kebersihan berfoto bersama usai menggelar Bakti Kebersihan di pelataran Masjid 99 Kubah Asmaul Husna, Makassar. (Foto: Dokumentasi Humas Polda Sulsel)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

ESSAY PALAPA Nurani Redaksi di Atas Fakta

Oleh: Andi Adi

Editor: Masykur Thahir

SUARA PALAPA, MAKASSAR — Kesucian rumah ibadah bukan sekadar tentang lantai yang tersapu bersih atau sudut ruangan yang terbebas dari debu. Di balik keheningan tempat bersujud, kebersihan adalah cerminan dari jiwa yang rindu akan ketenangan, keindahan, dan nilai-nilai luhur kemanusiaan.

Di pelataran megah Masjid 99 Kubah Asmaul Husna yang berdiri anggun menatap Selat Makassar, angin pagi membalut suasana Jumat yang penuh keberkahan. Pada hari itu, Jumat (23/10/2026), seragam kepolisian tak sekadar menjadi lambang otoritas atau penjaga ketertiban. Ia meluruh dalam kerendahan hati, menyatu dengan jemari para pengabdi masyarakat yang bahu-membahu merawat rumah Tuhan.

Aksi nyata melalui agenda Jumat Bersih tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum. Bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel serta ratusan personel gabungan dari Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar, derap langkah mereka hadir bukan untuk mengawasi, melainkan untuk melayani dan merawat.

Menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) adalah tugas mulia. Namun, menyentuh nurani warga melalui bakti sosial di rumah ibadah adalah pilar yang melandasi kepercayaan. Di sudut-sudut pelataran masjid, sekat-sekat formalitas runtuh. Seragam sergap bertemu dengan pakaian kerja bersahaja milik puluhan petugas kebersihan Kota Makassar serta pengurus masjid. Masing-masing mengayunkan sapu dan memungut sampah dalam irama gotong royong yang puitis dan harmonis.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, menegaskan bahwa tagline “Polisi Bersama Masyarakat” tidak boleh berhenti sebagai slogan kaku di papan imbauan.

“Tagline Polisi Bersama Masyarakat harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Hari ini kita buktikan dengan kerja bakti membersihkan masjid, besok kita buktikan dengan kegiatan sosial lainnya,” tutur Wakapolda dengan nada yang lugas namun teduh.

Aksi ini memancarkan pesan religius yang universal: bahwa mengabdi kepada sesama dan merawat tempat ibadah adalah wujud tertinggi dari rasa syukur manusia atas nikmat kehidupan. Kebersihan yang dihadirkan di Masjid 99 Kubah bukan sekadar menghadirkan keasrian visual, melainkan menciptakan ruang kenyamanan batin bagi siapa saja yang datang mencari kedamaian.

Ketika keringat telah membasahi kening dan kerja bakti usai, ketulusan kembali mewujud dalam bentuk yang paling sederhana. Di akhir kegiatan, pimpinan Polda Sulsel menyerahkan paket beras kepada para petugas kebersihan. Sebuah gestur kecil, namun sarat makna apresiasi bagi mereka yang sehari-hari bekerja memelihara keindahan kota tanpa banyak kata. Di sanalah kemanusiaan dimuliakan dan persaudaraan dikuatkan.

Renungan Penutup

Sebab pada akhirnya, keamanan sejati tidak hanya dibangun di atas aturan dan penegakan hukum, melainkan di atas benih-benih kasih sayang dan ketulusan merawat kebersamaan.

Masjid 99 Kubah hari ini tidak hanya berdiri megah mengagungkan Asma-Nya, tetapi juga menjadi saksi bisu tentang indahnya ketulusan ketika jiwa pengayom dan nurani masyarakat bersatu dalam satu niat mulia: merawat suci, memuliakan sesama, dan menghidupkan nurani di setiap jengkal pengabdian.

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *