Rajutan Kasih di Ambang Pagi: Ketika Seragam Mengabdi pada Suara Kedamaian

POLRI31 Dilihat

Keterangan Gambar: Aparat kepolisian Polres Soppeng saat bersilaturahmi dan berdialog hangat bersama pengurus serta jamaah gereja dalam kegiatan Minggu Kasih di Lalabata, Soppeng. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Syamsuddin Andy

SUARA PALAPA, SOPPENG — Pagi di Bumi Latemmamala senantiasa membawa tenang yang menyejukkan. Di balik gerak roda kehidupan masyarakat Soppeng yang teduh, bait-bait kebersamaan kembali dirajut. Minggu pagi, 18 Oktober 2026, tatkala lonceng ibadah memanggil kedamaian jiwa, langkah-langkah penuh kehangatan berpijak di pekarangan Gereja Toraja Lappacabbu, Jalan Samudra, serta Gereja GKSS Imanuel, Jalan Kesatria, Kecamatan Lalabata.

Bukan sekadar penugasan formalitas, melainkan wujud nyata sebuah kepedulian yang melintasi sekat perbedaaan. Sekitar pukul 08.30 WITA, Wakapolres Soppeng hadir mewakili Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi para Pejabat Utama (PJU) serta personel Polres Soppeng. Mereka melangkah dengan senyum terbuka, menyapa dan menyambut hangat para pendeta, majelis gereja, hingga jemaat yang tengah bersiap memanjatkan doa.

Melalui giat Minggu Kasih, ruang dialog tercipta tanpa sekat. Tangan terulur saling menjabat, menyerap aspirasi dan menampung ketulusan rasa dari sanubari warga. Kehadiran polisi di pelataran rumah ibadah menjadi oase yang menyejukkan—menegaskan bahwa rasa aman adalah hak setiap hamba yang merindukan kedamaian.

Menyampaikan amanat kebangsaan dan kemanusiaan, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan komitmen institusi kepolisian untuk senantiasa hadir merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang, agama, maupun golongan.

“Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan,” ujar AKBP Hari Budiyanto. “Kami ingin terus membangun komunikasi dan kebersamaan, karena menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Dengan saling menghormati dan menjaga toleransi, kita dapat mempertahankan kerukunan di Kabupaten Soppeng.”

Keakraban yang terjalin erat pagi itu diakhiri dengan abadi dalam bingkai foto bersama—sebuah potret sederhana namun sarat makna akan indahnya kebhinekaan yang terjaga dengan tulus.

Renungan:

Sebab pada hakikatnya, kedamaian bukanlah sekadar ketiadaan riak pertikaian, melainkan keberanian untuk saling mengasihi dan merawat perbedaan. Ketika kerukunan dijaga dengan ketulusan nurani, di situlah wajah kemanusiaan memancarkan keagungannya yang paling sejati.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *