Keterangan Gambar: Kapolsek Lilirilau AKP Aidil Akbar, S.Sos., M.M. bersama personel membagikan air bersih langsung ke jeriken-jeriken milik warga Kampung Luppang, Dusun Marale, Desa Paroto, Kecamatan Lilirilau. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
ESSAY PALAPA Nurani Redaksi di Atas Fakta
Oleh: Syukur Mariorante Katalawala
SUARA PALAPA, SOPPENG — Kemarau tidak hanya mengeringkan sumur-sumur warga, tetapi juga menguji sejauh mana nurani manusia bergerak merawat sesamanya. Di Kampung Luppang, Dusun Marale, Desa Paroto, retakan tanah dan jeriken yang berbaris rapi di tepi jalan menjadi saksi bisu betapa setetes air bersih telah menjadi dahaga yang teramat dirindukan.
Rabu pagi, 14 Oktober 2026, sekitar pukul 09.00 WITA, keheningan Desa Paroto berangsur hangat. Sebuah truk tangki air hadir membawa lebih dari sekadar muatan cair; ia membawa penawar dahaga dan setitik harapan. Di bawah sinar matahari yang mulai menyengat, jajaran Polsek Lilirilau yang dipimpin oleh Kapolsek AKP Aidil Akbar, S.Sos., M.M., bersama Ketua Bhayangkari Ranting Lilirilau Ny. Hj. Ina Aidil serta jajaran personel, hadir bukan dengan mimbar seremonial, melainkan dengan selang air di genggaman tangan.
Air dialirkan satu per satu ke dalam wadah-wadah plastik berwarna-warni yang ditata rapi oleh warga. Dari balik pagar rumah panggung yang bersahaja, tawa anak-anak kecil dan binar lega di mata para ibu menyatu dalam keheningan yang teduh. Di sanalah, batas antara penderma dan penerima lebur menjadi ikatan kemanusiaan yang hangat.
Air, dalam ajaran agama dan nilai universal kehidupannya, adalah sumber muasal kehidupan dan lambang kesucian. Mengalirkan air kepada mereka yang kehausan adalah manifestasi tertinggi dari ibadah yang nyata—sesejuk embun yang menyentuh jiwa-jiwa yang letih.
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa tugas kepolisian sejatinya tidak berhenti pada pengawalan hukum dan ketertiban. “Polri tidak hanya hadir dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Polri dalam membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan,” tegasnya.
Bagi kepolisian di Soppeng, senyum sederhana warga saat jeriken mereka terisi penuh adalah bentuk pengabdian paling tulus. Kehadiran seragam cokelat di tengah terik kemarau menjadi bukti bahwa kepedulian tak butuh alibi, ia hanya membutuhkan ketulusan untuk melangkah dan mengulurkan tangan.
Hingga pukul 11.00 WITA, tangki air mungkin telah kosong, namun ruang-ruang hati warga Paroto terisi penuh oleh rasa syukur. Kehadiran Polri di tengah sengatan musim kemarau ini membuktikan bahwa gotong royong dan kebersamaan masih berdenyut kuat di bumi Latemmamala.
Renungan Penutup
Air yang mengalir ke dalam jeriken-jeriken lusuh itu mungkin akan habis dalam hitungan hari. Namun, rasa hangat dari tangan yang mengulurnya akan menetap lama di dalam ingatan. Sebab pada akhirnya, bukan seberapa banyak yang mampu kita berikan, melainkan seberapa dalam kita mampu merasakan dahaga sesama. Karena di hadapan Tuhan dan kemanusiaan, memberi air adalah mengalirkan kehidupan.
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.












