Sajadah Rumput di Bawah Langit Cabenge: Menjaga Ukhuwah dalam Riuh Liga Ramadhan

Olahraga16 Dilihat

Keterangan Gambar:

​MENJAGA NYALA KEGEMBIRAAN: Dua personel kepolisian berdiri siaga memantau jalannya pertandingan Mini Fun Football Liga Ramadhan 2026 di Lapangan Ranjau, Kelurahan Cabenge, Senin (2/3) malam. Di tengah hiruk-pikuk turnamen, kehadiran Polri memastikan masyarakat dapat menikmati hiburan malam Ramadhan dengan rasa aman, nyaman, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Laporan: Andi Okkeng

SOPPENG – Ketika rembulan merangkak tinggi di langit Lilirilau, dan gema tadarus mulai lamat-lamat terdengar dari kejauhan, Lapangan Sepak Bola Ranjau tidak lantas sunyi. Di bawah siraman lampu stadion yang membelah kepekatan malam, rumput hijau itu berubah menjadi panggung bagi pemuda-pemuda yang merayakan kegembiraan bulan suci dengan peluh dan tawa.

Senin malam (2/3), waktu hampir menyentuh angka tengah malam, namun semangat di Kelurahan Cabenge justru sedang mekar-mekarnya. Di tepi lapangan, tampak sosok-sosok berseragam cokelat berdiri tegak namun teduh.

Personel Polsek Lilirilau tidak hadir sekadar untuk menjaga batas, melainkan untuk memastikan bahwa kegembiraan ini tidak melukai kesucian Ramadhan.

Bagi para personel kepolisian, pengamanan ini adalah ibadah dalam bentuk lain. Di saat sebagian masyarakat beristirahat usai Tarawih, mereka menjadi saksi atas duel sengit namun bersahabat. Malam itu, papan skor mencatat kemenangan PSB atas BRI dengan angka mencolok 7–3, sementara MONAS berhasil mengungguli PAGGOLO dalam skor 3–1. Namun, di Liga Ramadhan ini, gol hanyalah angka; yang utama adalah bagaimana keringat yang jatuh menjadi perekat silaturahmi.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., memandang keramaian ini dengan kacamata kasih. Beliau menegaskan bahwa kehadiran polisi adalah bentuk pelayanan yang tulus untuk menjaga harmoni.

“Kami hadir untuk memastikan energi positif anak muda ini tersalurkan dengan aman. Olahraga adalah cara kita menjaga raga, sementara Ramadhan adalah cara kita menjaga jiwa. Keduanya harus berjalan beriringan dalam bingkai sportivitas dan ketertiban,” tutur AKBP Aditya dengan nada bijak.

Turnamen yang diikuti 18 tim ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan sebuah ikhtiar menghidupkan malam Ramadhan dengan kegiatan yang jauh dari kemaksiatan. Di sela-sela pertandingan, Bhabinkamtibmas setempat sesekali terlihat berbincang akrab dengan suporter, menyisipkan pesan-pesan damai tentang fair play dan indahnya kebersamaan.

Hingga peluit panjang dibunyikan dan lampu lapangan perlahan meredup, suasana tetap tenang. Berkat pengabdian para penjaga keamanan, Turnamen Mini Fun Football ini mengalir lancar sejuk seperti embun pagi, meninggalkan jejak kepuasan di hati masyarakat yang pulang dengan senyum tenang menuju waktu sahur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *