Sujud Syukur di Madining: Kala Seragam Cokelat Merajut Damai di Atas Sajadah
Keterangan Gambar:
Kehangatan Spiritualitas: Kapolsek Marioriawa AKP Ichsan, S.H., M.M. (tengah, berbaju seragam) tampak khusyuk mengikuti rangkaian peringatan Isra Mi’raj 1447 H bersama para tokoh masyarakat di Mushallah Darul Ichsan Madining. Kehadiran ini menjadi simbol sinergitas antara Polri, pemerintah setempat, dan tokoh agama dalam merajut kamtibmas melalui pendekatan yang religius dan humanis.
Laporan: Chemmank Farrel
SOPPENG – Malam jatuh dengan lembut di Kelurahan Attang Salo, membawa semilir angin yang menyisup di antara tiang-tiang kokoh Mushallah Darul Ichsan Madining. Di bawah naungan atap rumah Tuhan itu, Selasa malam (13/1), gema selawat mengalun bagai simfoni yang menenangkan jiwa, memperingati perjalanan suci Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.
Di tengah barisan jamaah yang bersimpuh takzim, terselip siluet seragam cokelat yang tampak menyatu dengan warna-warni baju koko warga. Ia adalah Kapolsek Marioriawa, AKP Ichsan, S.H., M.M. Malam itu, ia melepas sejenak atribut kewibawaannya untuk duduk bersila, lutut bertemu lutut dengan warga, merajut kembali tali silaturahmi yang barangkali sempat renggang oleh hiruk-pikuk duniawi.
Mimbar Kedamaian dan Pesan Kamtibmas
Bagi AKP Ichsan, peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar seremoni kalender hijriah. Ini adalah momentum emas untuk menyentuh relung hati masyarakat. Dalam suasana yang begitu khidmat, ia berdiri bukan untuk memerintah, melainkan untuk mengajak. Ia memanfaatkan getaran spiritual malam itu untuk menyisipkan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan nada yang sangat persuasif.
“Perjalanan Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang ketaatan dan keseimbangan. Begitu pun dalam bermasyarakat, keamanan bukan hanya tugas kami yang berseragam, melainkan buah dari harmoni dan kasih sayang antar sesama,” tuturnya dengan nada rendah namun penuh penekanan.
Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah, sebuah amanah yang harus dijaga bersama demi kedamaian di Bumi Latemmamala.
Kesaksian dari Garis Jemaah
Kehadiran sosok pemimpin kepolisian di tengah-tengah warga ini memberikan kesan mendalam bagi jamaah. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan apresiasinya dengan tulus.
“Kami merasa sangat diayomi. Melihat Bapak Kapolsek duduk bersama kami di lantai mushallah tanpa jarak, membuat kami merasa polisi adalah bagian dari keluarga kami sendiri. Pesan Kamtibmas yang beliau sampaikan terasa lebih masuk ke hati karena disampaikan di rumah ibadah,” ujarnya dengan wajah penuh haru.
Harmoni yang Terus Terjaga
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., mengamini bahwa pendekatan humanis seperti ini adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, ketika polisi hadir dalam momen-momen spiritual masyarakat, maka akan terbangun ikatan emosional yang kuat.
“Kehadiran anggota Polri di setiap peringatan hari besar agama adalah wujud nyata kehadiran negara sebagai pelindung sekaligus pelayan yang mendinginkan suasana. Kita menanamkan benih kesadaran hukum melalui pendekatan iman dan kebersamaan,” pungkasnya.
Hingga acara berakhir, kedamaian nampak jelas membekas di wajah setiap jamaah. Malam itu, di Attang Salo, hukum dan doa bertemu dalam satu muara: ketenteraman bagi semua.







