Keterangan Foto:
Kapolsek Marioriawa AKP Ichsan, S.H., M.M. memimpin langsung pengamanan Pasar Batu-Batu. Di bawah rimbun ketapang, personel Polsek Marioriawa menjaga kelancaran perputaran ekonomi rakyat agar tetap aman, tertib, dan bermartabat.
Laporan : Petta Barang
Ketika Perintah Komandan Menjadi Denyut Pengabdian di Tengah Rakyat
SOPPENG — Pasar Batu-Batu tidak hanya dipenuhi aroma rempah, teriakan tawar-menawar, dan derap langkah pembeli. Di balik riuh itu, ada irama lain yang bekerja senyap namun menentukan: irama pengabdian. Selasa pagi (6/1/2026), irama itu bernama AKP Ichsan, S.H., M.M.
Sebagai Kapolsek Marioriawa, Ichsan tidak sekadar menjalankan rutinitas. Ia membawa pesan komando. Ia menurunkan perintah Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. ke lantai-lantai pasar yang basah oleh sisa embun dan sibuk oleh denyut ekonomi rakyat.
Di bawah rimbun pohon ketapang, langkah-langkah personel Polsek Marioriawa menyatu dengan perputaran roda ekonomi. Seragam abu-abu itu tidak berdiri sebagai simbol kuasa, melainkan sebagai penjaga irama—agar transaksi berjalan jujur, langkah warga berjalan aman, dan kepercayaan rakyat tetap tumbuh.
Perintah yang Dihidupkan, Bukan Sekadar Dijalankan
Bagi AKP Ichsan, perintah Kapolres bukan sekadar instruksi administratif. Ia menerjemahkannya menjadi tindakan nyata: patroli yang menyapa, imbauan yang menenangkan, serta pengaturan yang membuat pasar tetap bernapas tanpa sesak oleh kemacetan dan kekhawatiran.
Ia menggerakkan personelnya menyisir lorong-lorong sempit, menyapa pedagang kecil, dan berdiri di simpul-simpul parkir yang rawan. Di sana, hukum tidak tampil sebagai ancaman, tetapi sebagai pelindung.
“Pasar adalah urat nadi ekonomi rakyat. Bila ia tersumbat oleh rasa takut, maka yang tercekik adalah harapan warga,” ujar AKP Ichsan di sela pengamanan.
Menjaga Nafas Ekonomi Rakyat
Setiap imbauan yang disampaikan personel Polsek Marioriawa adalah pesan keselamatan: mengunci kendaraan, menjaga tas belanja, menyimpan hasil jualan dengan aman. Hal-hal kecil yang menjadi fondasi besar bagi kelancaran perputaran rupiah di Pasar Batu-Batu.
Di mata Kapolres Soppeng, langkah itu adalah bentuk loyalitas sekaligus kepemimpinan lapangan.
“Kehadiran polisi di pasar bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi menjaga keberanian rakyat untuk berdagang, membeli, dan bermimpi,” tutur AKBP Aditya Pradana.
Pengabdian yang Terlihat, Keamanan yang Terasa
Hingga matahari naik ke tengah langit, Pasar Batu-Batu tetap tertib. Tidak ada keributan, tidak ada keresahan. Yang ada hanyalah transaksi yang berjalan, tawa yang ringan, dan langkah-langkah yang yakin.
Di situlah AKP Ichsan berdiri—sebagai perpanjangan tangan komandan, sekaligus penjaga denyut kehidupan rakyat.
Ia membuktikan bahwa kepatuhan pada perintah bukanlah sekadar kewajiban struktural, melainkan janji moral kepada warga yang menggantungkan hidupnya pada pasar kecil di sudut Marioriawa.













