Merawat Kejernihan Hati di Balik Seragam: Doa, Al-Qur’an, dan Ikhtiar Sunyi Polres Soppeng

POLRI19 Dilihat

Keterangan Gambar:


Puluhan Polisi Wanita Polres Soppeng mengikuti kegiatan Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa (Dirosa) di Masjid Al-Aqso 2003 Polres Soppeng, Kamis (8/1/2026), sebagai bagian dari pembinaan rohani untuk memperkuat iman dan karakter humanis personel.


Laporan: Syamsuddin Andy)


Di balik kilau pangkat dan ketegasan seragam, Polres Soppeng menanamkan satu keyakinan mendasar: bahwa tugas mulia menjaga masyarakat harus berangkat dari hati yang jernih, bersih, dan diridhai Allah Yang Maha Kuasa. Sebab hukum yang ditegakkan tanpa kejernihan nurani, akan kehilangan ruh keadilan yang sesungguhnya.

Pada Kamis (8/1/2026), Masjid Al-Aqso 2003 Polres Soppeng kembali menjadi ruang sunyi tempat iman dipererat. Puluhan Polisi Wanita (Polwan) duduk bersila, menundukkan kepala, membiarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an mengalir perlahan, menyejukkan jiwa-jiwa yang sehari-hari bergelut dengan beban tugas, risiko, dan tekanan lapangan.

Bukan sekadar belajar membaca, tetapi menyucikan. Bukan sekadar memahami tajwid, tetapi menata ulang batin. Di ruang itulah Polres Soppeng merawat kejernihan hati personelnya—agar setiap langkah pengabdian lahir dari kesadaran bahwa tugas kepolisian adalah ibadah.

Dipandu IPTU Cietra Ariesta, S.Psi., para Polwan menapaki kembali jalan Al-Qur’an. Setiap huruf yang dilafalkan menjadi doa, setiap makna yang dipahami menjadi pengingat, bahwa di balik wewenang yang besar, ada tanggung jawab moral yang lebih besar.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pembinaan rohani bukanlah pelengkap, melainkan pondasi.

“Kami ingin setiap personel berangkat bertugas bukan hanya dengan kesiapan fisik dan kecakapan profesional, tetapi dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Sebab pelayanan yang tulus hanya lahir dari jiwa yang dekat dengan Allah,” tuturnya lirih.

Baginya, kejernihan hati adalah benteng pertama dalam mencegah kesalahan, penyimpangan, dan kealpaan nurani. Ketika hati jernih, keputusan menjadi lebih adil, sikap menjadi lebih lembut, dan pengabdian menjadi lebih bermakna.

Melalui program Dirosa yang terus dirawat sebagai agenda rutin, Polres Soppeng menanam harapan besar: agar setiap Polwan bukan hanya menjadi aparat negara, tetapi juga menjadi cahaya—yang hadir bukan untuk ditakuti, melainkan untuk menguatkan, melindungi, dan menenangkan masyarakat.

Di sanalah, di antara lantunan ayat dan doa-doa sunyi, Polres Soppeng sedang membangun sesuatu yang tak kasat mata namun sangat menentukan: kejernihan hati para penjaga keamanan negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *