Keterangan Foto:
Personel Koramil 04/Liliriaja bersama Lurah Jennae dan warga La’joa bergotong royong membersihkan saluran air sepanjang 150 meter dalam kegiatan Karya Bakti pencegahan banjir, Rabu (7/1/2026).
Lapiran: Syukur Mariorante Katalawala
Gotong Royong TNI dan Warga La’joa Merawat Kota, Menjaga Rumah dari Banjir
SOPPENG — Pagi di La’joa tak hanya diisi kicau burung dan embun yang masih menggantung di dedaunan. Rabu (7/1/2026), suasana lingkungan La’joa, Kelurahan Jennae, Kecamatan Liliriaja, berubah menjadi ruang kebersamaan. Seragam loreng TNI berpadu dengan pakaian kerja warga, menyatu dalam satu tujuan: membersihkan parit, menjaga kampung, dan merawat harapan agar hujan tak lagi datang membawa bencana.
Di bawah langit pagi yang cerah, suara cangkul, sekop, dan sapu saling bersahutan. Bukan sekadar membersihkan saluran air sepanjang 150 meter, Karya Bakti ini adalah peristiwa sosial—tentang kepedulian, tanggung jawab, dan ikhtiar kolektif merawat ruang hidup bersama.
Menyapu Parit, Menjaga Kehidupan
Personel Koramil 04/Liliriaja bersama jajaran Pemerintah Kelurahan Jennae turun langsung ke tengah pemukiman. Mereka mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air, membabat rumput liar, dan menata kembali drainase yang selama ini menjadi urat nadi pembuangan air hujan.
Setiap timbunan sampah yang diangkat seakan melepaskan satu kekhawatiran. Setiap parit yang kembali mengalir adalah jaminan bahwa rumah-rumah warga bisa bernapas lebih lega saat hujan turun.
Lurah Turun Lapangan, Warga Menyambut dengan Semangat
Lurah Jennae, Lamallu Diolo, S.Sos., tampak memimpin langsung jalannya kegiatan. Didampingi personel TNI, staf kelurahan, serta para ketua RT dan RW, ia menyusuri lokasi sambil memastikan setiap sudut drainase tersentuh kerja bakti.
“Karya bakti ini adalah wujud sinergi. TNI, pemerintah, dan masyarakat harus berjalan bersama agar lingkungan tetap bersih dan aman dari potensi banjir,” ujarnya di sela kegiatan.
Kehadiran pemerintah dan TNI di tengah warga menjadi penegas: bahwa negara hadir, bukan hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam kerja nyata.
Gotong Royong yang Menghidupkan Kampung
Warga La’joa tampak antusias. Ada yang memunguti sampah plastik, ada yang menyingkirkan lumpur, ada pula yang sekadar menyodorkan air minum bagi para pekerja. Tak ada sekat pangkat atau jabatan. Semua berdiri sejajar sebagai warga yang ingin kampungnya tetap aman dan nyaman.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WITA. Parit yang semula tersumbat kini kembali mengalir, rumput liar telah tersingkir, dan lingkungan tampak lebih rapi. Namun lebih dari itu, yang tertinggal adalah rasa kebersamaan—bahwa menjaga kampung adalah tanggung jawab bersama.








