Di Bawah Semat Kehormatan, Pengabdian Diteguhkan

POLRI661 Dilihat

Keterangan Foto:

Wakil Kepala Po5lda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., menyematkan tanda kehormatan Satyalencana Pengabdian kepada salah satu personel Polda Sulsel dalam upacara resmi di Lapangan Apel Mapolda Sulsel, Senin (26/1/2026). (Foto: Humas Polda Sulsel)


Laporan: Sabri


941 Personel Polda Sulsel Terima Satyalencana, Sebuah Penghormatan atas Waktu, Loyalitas, dan Dedikasi Tanpa Henti

MAKASSAR – Pagi itu, mentari Makassar menyinari halaman Mapolda Sulawesi Selatan dengan cahaya yang lembut. Di antara barisan tegap berseragam cokelat tua, sebuah momen khidmat berlangsung, bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan atas pengabdian panjang yang dijalani dalam sunyi dan disiplin. Satu per satu, tanda kehormatan disematkan, mengikat cerita pengabdian dengan penghargaan negara.

Penghormatan Negara bagi Pengabdian Tanpa Pamrih

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., memimpin langsung upacara penyematan Tanda Kehormatan Satyalencana Pengabdian kepada ratusan personel Polda Sulsel, Senin pagi (26/1/2026), di Lapangan Apel Mapolda Sulsel.

Upacara tersebut turut dihadiri Irwasda Polda Sulsel beserta jajaran pejabat utama. Dalam suasana penuh khidmat, sebanyak 941 personel menerima anugerah kehormatan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan loyalitas yang tak terputus.

Rinciannya, Satyalencana 32 Tahun diberikan kepada 155 personel, Satyalencana 24 Tahun kepada 298 personel, Satyalencana 16 Tahun kepada 25 personel, serta Satyalencana 8 Tahun kepada 463 personel Polda Sulsel.

Pengabdian yang Diuji Waktu

Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Nasri menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah hadiah biasa, melainkan simbol kepercayaan negara yang lahir dari perjalanan panjang penuh tanggung jawab.

“Penganugerahan ini adalah bentuk penghormatan atas pengabdian yang dijalani dengan disiplin, integritas, dan loyalitas. Ini juga menjadi motivasi agar hari esok lebih baik dari hari ini,” ujar Wakapolda.

Ia menambahkan, setiap penerima telah melalui proses seleksi ketat, termasuk rekam jejak kinerja, kepatuhan administratif, serta dedikasi yang tak tercela selama masa dinas.

“Jadikan penghargaan ini sebagai teladan, sebagai penyemangat untuk terus mengabdi dengan hati dan kehormatan demi institusi Polri yang kita cintai,” tuturnya.

Dari Upacara hingga Doa

Prosesi penganugerahan berlangsung dengan tata upacara kenegaraan: diawali dengan lagu Indonesia Raya, pembacaan Keputusan Presiden Republik Indonesia, penyematan tanda kehormatan kepada perwakilan, pembacaan Andhika Bhayangkari, hingga doa penutup.

Penganugerahan ini merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/751/KEP./2026 tertanggal 9 Januari 2026, tentang penganugerahan Satyalencana Pengabdian oleh Presiden Republik Indonesia kepada personel Polri yang memenuhi syarat.

Usai upacara, Wakapolda Sulsel bersama pejabat utama melakukan sesi foto bersama para penerima, mengabadikan momen yang menjadi penanda perjalanan panjang dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pengabdian yang Tak Pernah Usai

Di balik kilau lencana yang tersemat di dada, tersimpan cerita tentang malam-malam tanpa tidur, tugas tanpa sorotan, dan pengabdian yang sering kali sunyi. Hari itu, negara hadir memberi penghormatan, sebuah pengakuan bahwa loyalitas tak pernah sia-sia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *