Menyalakan Lentera Kemanusiaan di Puing Pallimae: Sinergi di Balik Duka Kebakaran Sabbangparu

BANSOS66 Dilihat

Oleh: Sabri

WAJO — Abu sisa kebakaran masih terasa hangat ketika malam mulai merayap di Dusun Manyili, Desa Pallimae, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sabtu (16/5/2026).

Hanya dalam hitungan jam setelah si jago merah meluluhlantakkan dua unit rumah warga pada pukul 16.10 WITA, duka yang menyelimuti desa tersebut segera disambut oleh gelombang kepedulian yang bergerak cepat.

Kebakaran bukan sekadar peristiwa hilangnya harta benda dalam kobaran api yang berkecamuk; ia adalah ujian eksistensial bagi sebuah komunitas tentang bagaimana mereka merespons penderitaan sesamanya.

Di tengah puing-puing bangunan yang menghitam, hadirnya uluran tangan dari aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi bukti nyata bahwa negara dan struktur sosial di tingkat paling dasar tidak membiarkan korban berjalan sendirian dalam kegelapan pascabencana.

“Kami hadir bersama pemerintah kecamatan dan desa untuk memberikan dukungan moril serta bantuan sembako kepada warga yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan para korban,” kata AKP Rezky G, Kapolsek Sabbangparu.

Malam itu, sekitar pukul 18.30 WITA, sebuah kolaborasi kemanusiaan tebersit di lokasi. Kapolsek Sabbangparu AKP Rezky G, bersama Camat Sabbangparu Tusman, dan Kepala Desa Pallimae Fitriani, berdiri di garda depan menyalurkan bantuan sembako pokok.

Di balik penyerahan bantuan yang berlangsung aman dan kondusif tersebut, terselip sebuah pesan reflektif yang mendalam. Kebakaran, yang sering kali dipicu oleh kelalaian kecil, menuntut adanya reorientasi kolektif terhadap aspek mitigasi dan kewaspadaan. AKP Rezky G dalam kesempatan tersebut secara tegas mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada saat meninggalkan rumah, terutama dalam penggunaan instalasi listrik dan aktivitas memasak.

Esai ini mencatat bahwa respons bencana terbaik bukanlah seberapa masif bantuan yang datang setelah kejadian, melainkan seberapa kuat kesadaran preventif yang terbangun di tengah warga untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali. Puing-puing di Pallimae harus menjadi pengingat yang berharga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Wajo.

Ketika penyerahan bantuan selesai malam itu, situasi Dusun Manyili berangsur tenang. Sinergi antara Kepolisian, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dan warga lokal malam itu telah menyalakan lentera harapan di atas tanah yang sempat terbakar.

Sembako yang disalurkan adalah simbol bahwa di dalam kemalangan yang pekat, solidaritas sosial tetap kokoh berdiri, merajut kembali senyum yang sempat hilang disapu api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed