Keterangan Gambar:
Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana tampak duduk di tengah bersama peserta lainnya mengenakan seragam FKPPI saat kegiatan FKPPI Fun Run 2026 di Lapangan Gasis Watansoppeng, mencerminkan kebersamaan dan kedekatan antara aparat dan masyarakat dalam suasana penuh keakraban. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

Penulis: Andi Okkeng
Pagi itu, matahari belum sepenuhnya meninggi ketika langkah-langkah pertama mulai terdengar di Lapangan Gasis, Watansoppeng. Udara masih menyimpan sejuk, seolah memberi ruang bagi ratusan orang untuk memulai hari dengan niat yang sama: bergerak, bersatu, dan mensyukuri hidup.
Di tengah semangat yang berdenyut pelan namun pasti, sekitar 300 peserta memadati area start. Mereka datang dari beragam latar, usia, dan cerita kehidupan. Namun pagi itu, perbedaan seolah luruh dalam satu ritme langkah, menyusuri Jalan Kesatria, Jalan Pemuda, Jalan Kemakmuran, hingga Jalan Kayangan, lalu kembali ke titik awal, tempat kebersamaan bermula.
FKPPI Fun Run 2026 bukan sekadar olahraga. Ia menjelma menjadi ruang silaturahmi yang hangat, tempat di mana tawa, keringat, dan doa berpadu dalam harmoni sederhana. Di antara para peserta, tampak kehadiran Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, bersama Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng, Ny. Ageng Aditya. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari denyut kebersamaan itu sendiri.
Dalam suasana yang akrab, Kapolres menyampaikan bahwa olahraga seperti ini bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang merawat hubungan antarmanusia. Bahwa setiap langkah yang diayunkan adalah ikhtiar menjaga kesehatan, sekaligus mempererat tali persaudaraan.
“Di sinilah kita belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Ketika masyarakat, TNI-Polri, pemerintah, dan organisasi pemuda berjalan seiring, maka harmoni itu nyata,” tuturnya.
Lebih dari sekadar ajang lari, kegiatan ini menjadi cermin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Antusiasme yang tinggi menjadi bukti bahwa masyarakat Soppeng semakin menyadari bahwa menjaga tubuh adalah bagian dari mensyukuri anugerah Tuhan.
Sementara itu, kehadiran Bhayangkari memberi warna tersendiri. Sosok perempuan-perempuan tangguh ini hadir bukan hanya mendampingi, tetapi juga menginspirasi, bahwa menjaga kesehatan adalah panggilan bersama, tanpa mengenal batas gender.
Di balik kelancaran kegiatan, tangan-tangan tak terlihat bekerja dengan penuh dedikasi. Panitia pelaksana yang dipimpin Naharuddin memastikan setiap detail berjalan rapi. Pengamanan dari jajaran Polres Soppeng pun menjadikan suasana tetap aman dan tertib, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tanpa cela.
Dan ketika garis finish dilintasi, yang tersisa bukan hanya rasa lelah, melainkan kepuasan batin, bahwa pagi itu telah diisi dengan sesuatu yang bermakna. Bahwa langkah-langkah kecil yang diayunkan bersama, pada akhirnya menjadi jejak besar bagi kebersamaan.
Di Lapangan Gasis, pagi itu mengajarkan satu hal sederhana: bahwa dalam setiap langkah yang kita niatkan dengan kebaikan, selalu ada berkah yang menyertai.






