Keterangan Gambar:
Personel Polres Soppeng melaksanakan pengamanan Ibadah Misa Kamis Putih di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci, Kabupaten Soppeng, Kamis (2/4/2026), guna memastikan jalannya ibadah berlangsung aman, tertib, dan khidmat. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
Penulis: Andi Okkeng
Editor: Alimuddin
SOPPENG — Senja yang perlahan turun di ufuk Lalabata membawa ketenangan yang berbeda, Kamis (2/4/2026). Di antara nyala lilin dan doa-doa yang terangkat ke langit, umat Katolik di Kabupaten Soppeng menapaki satu fase suci dalam rangkaian Tri Suci: Ibadah Misa Kamis Putih. Di saat yang sama, kehadiran aparat kepolisian menjadi penjaga sunyi, mengawal kekhusyukan tanpa mengusik keheningan.
Polres Soppeng menurunkan personel gabungan dari berbagai fungsi operasional untuk memastikan ibadah berlangsung dalam suasana aman dan damai. Pengamanan digelar di dua titik, yakni Gereja Katolik di Jalan Samudera, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, serta Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci.
Di halaman gereja, langkah-langkah petugas tampak bersahaja. Sebagian hadir secara terbuka, sebagian lainnya bekerja dalam senyap. Semua berpadu dalam satu tujuan: menjaga rasa aman agar setiap doa dapat terucap dengan tenang.
Di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Pengharapan Suci, ibadah dipimpin oleh Pastor Frans Arrin. Sekitar 60 jemaat mengikuti misa dengan penuh kekhidmatan, sejak pukul 18.00 hingga 20.05 Wita. Suasana berlangsung tertib, damai, dan penuh nuansa spiritual yang menyejukkan.
Tak hanya berjaga di lapangan, jajaran Intelkam Polres Soppeng juga menjalin komunikasi intensif dengan panitia gereja. Koordinasi ini menjadi jembatan kepercayaan, memastikan setiap rangkaian ibadah berjalan tanpa gangguan, sekaligus mengantisipasi potensi kerawanan.
Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa kehadiran aparat adalah wujud tanggung jawab negara dalam melindungi kebebasan beribadah setiap warga.
“Pengamanan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Kehadiran personel dari berbagai fungsi merupakan bagian dari kesiapsiagaan kami menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pengamanan, momen ini juga menjadi cermin indahnya toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat Soppeng. Dalam keberagaman, masyarakat saling menjaga, saling menghormati, dan saling menguatkan.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat Soppeng yang terus merawat kerukunan. Toleransi yang kuat adalah fondasi utama terciptanya kedamaian,” tambahnya.
Di malam yang khidmat itu, bukan hanya doa yang mengalun, tetapi juga harapan. Harapan akan negeri yang damai, di mana perbedaan dirajut menjadi kekuatan, dan kebersamaan menjadi cahaya yang menuntun langkah.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, Ibadah Kamis Putih di Kabupaten Soppeng pun berlangsung aman, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan, sebuah potret kecil Indonesia yang teduh dalam keberagaman.
