Di Bawah Langit Ramadan, Bola Bergulir Membawa Persaudaraan: Liga Ramadan Cup II Siap Menggema di Takalala

Olahraga72 Dilihat

Penulis: Sanusi Muda

Editor : Alimuddin


SOPPENG — Senja di Lapangan Hikmat Takalala seolah menunggu takdirnya sendiri. Angin yang berembus lembut di antara tiang gawang membawa harapan, sementara rumput lapangan menjadi saksi bisu bahwa pada bulan suci ini, bukan hanya doa yang dipanjatkan, tetapi juga semangat persaudaraan yang akan digulirkan lewat sepak bola. Di tempat inilah, 10 kesebelasan akan bertarung dalam Liga Ramadan Cup II yang digelar pada 1–15 Maret 2026, menghadirkan harmoni antara sportivitas dan nilai-nilai spiritual Ramadan.

Pertandingan Pembuka Penuh Antusias

Turnamen akan dibuka dengan laga antara Putra Mario FC melawan PSB Masing pada 1 Maret 2026. Pertandingan pembuka ini diprediksi menjadi magnet bagi warga, bukan sekadar tontonan olahraga, tetapi juga ajang silaturahmi masyarakat yang dirangkai dalam suasana religius bulan suci.

Tiga Grup, Satu Semangat Sportivitas

Sepuluh tim peserta dibagi ke dalam tiga grup:

Grup A: Putra Mario FC, Sahabat Guru, PSB Masing

Grup B: Old Star Mantili, PS Pelajar FC, Grand Sulawesi

Grup C: Paggolo Stadion FC, Lorde FC, Ulunge FC, Mantap FC

Setiap tim datang membawa mimpi yang sama: mengangkat trofi sekaligus menjaga kehormatan permainan yang jujur dan penuh respek.

Didukung Tokoh dan Unsur Forkopimca

Turnamen ini berada di bawah naungan para penasehat dan pelindung dari unsur pimpinan wilayah, yakni Camat, Danramil, dan Kapolsek Marioriwawo. Pembina kegiatan adalah Brigjen Pol Faizal, S.I.K., M.H. bersama Yayasan Putra Mario FC. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan moral sekaligus jaminan bahwa kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif.

Panitia, Penggerak di Balik Layar

Kesuksesan ajang ini bertumpu pada kerja kolektif panitia yang dipimpin Ketua Yudassirun, S.Sos., M.Si. bersama jajaran pengurus, seksi pertandingan, perlengkapan, hingga konsumsi. Mereka adalah tangan-tangan ikhlas yang bekerja tanpa sorotan, namun menjadi fondasi terselenggaranya kompetisi.

Sekretaris panitia, Hermansyah Hamang, S.Ag., saat ditemui di lapangan, Sabtu sore (28/2/2026), menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah rampung.

“Kami memohon doa seluruh masyarakat agar liga ini berjalan lancar, aman, dan sukses,” ujarnya penuh harap.

Sepak Bola sebagai Bahasa Persatuan

Lebih dari sekadar turnamen, Liga Ramadan Cup II adalah panggung kebersamaan. Di tengah lantunan azan magrib dan cahaya lampu lapangan, pertandingan menjadi simbol bahwa olahraga dapat menyatukan hati, merajut ukhuwah, dan menanamkan nilai kejujuran. Ramadan pun terasa semakin bermakna ketika semangat kompetisi berjalan seiring dengan keikhlasan dan persaudaraan. (Sanusi Muda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *