Keterangan Gambar:
Audiensi Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama jajaran BBWS Pompengan Jeneberang di Makassar membahas rencana pengembangan sumber air baku Sungai Ara sebagai langkah strategis pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Penulis : Alimuddin
Tulisan ini, penulis terinspirasi dari berita yang diposting di akun facebook BBWS POMPENGAN JENEBERANG, diposting 12 Februari 2026
MAKASSAR — Harapan itu mengalir pelan, seperti air yang dicari warga. Di sebuah ruang pertemuan yang hangat dan tenang, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, duduk bersama para pejabat teknis, membawa satu misi sederhana namun mendasar: memastikan masyarakat di Kabupaten Soppeng tidak lagi cemas soal air bersih.
Audiensi dengan jajaran BBWS Pompengan Jeneberang pada Rabu (11/02/2026) bukan sekadar agenda birokrasi. Ia menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan warga dan tangan-tangan perencana yang berupaya menerjemahkan harapan menjadi infrastruktur nyata. Di hadapan para pejabat Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Satker Air Tanah dan Air Baku, Pemerintah Kabupaten Soppeng memaparkan potensi besar yang tersimpan di aliran Sungai Ara.
Sungai itu bukan hanya bentang alam. Bagi warga, ia adalah janji kehidupan. Airnya diyakini dapat menjadi sumber baku untuk sistem penyediaan air minum yang direncanakan menjangkau wilayah Kecamatan Donri‑Donri hingga Kota Soppeng.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah tidak sekadar mengajukan rencana. Mereka membawa peta, data, dan perhitungan matang tentang potensi sumber air lain di wilayahnya—sebuah ikhtiar menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan air bersih bukan wacana sesaat, melainkan agenda masa depan.
Pihak BBWS menyambut usulan itu dengan sikap terbuka. Dukungan prinsip disampaikan, disertai rencana peninjauan desain teknis pembangunan intake dan jaringan transmisi. Proses evaluasi ini, menurut mereka, menjadi tahap krusial agar setiap tetes investasi benar-benar bermuara pada manfaat jangka panjang: sistem yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Di balik istilah teknis seperti intake, transmisi, dan SPAM, tersimpan cerita yang lebih manusiawi. Cerita tentang ibu yang tak lagi harus menimba jauh, tentang anak yang bisa belajar tanpa memikirkan air untuk mandi, dan tentang desa-desa yang pelan-pelan menumbuhkan optimisme.
Sinergi antara pemerintah daerah dan otoritas sumber daya air itu pun terasa seperti aliran sungai itu sendiri, tenang, konsisten, namun pasti menuju tujuan: menghadirkan air bersih sebagai hak dasar, bukan lagi kemewahan.





