Menenun Jeda di Pusara Pahlawan: Kala Sinergi Membasuh Jejak Sejarah di Empagae

WAJO16 Dilihat

Keterangan Gambar:

Sinergi tanpa batas; Personel Polres Wajo dan Kodim 1406/Wajo saat bahu-membahu membersihkan area kanal di sekitar TMP Empagae, Selasa (6/1/2026).


Laporan: Sabri


WAJO – Matahari baru saja menyembul di ufuk timur Bumi Lamaddukelleng, menyisipkan cahaya keemasan di sela-sela nisan yang berjajar rapi. Di Taman Makam Pahlawan (TMP) Empagae, Selasa pagi (6/1/2026), kesunyian yang biasanya menyelimuti tempat peristirahatan terakhir para pejuang itu pecah oleh deru langkah kaki dan semangat yang menyatu.

Bukan deru mesin perang, melainkan harmoni sapu lidi, cangkul, dan tangan-tangan yang bergerak serentak. Di bawah langit Kecamatan Tempe, Polres Wajo bersama TNI dan Pemerintah Daerah berkumpul bukan sekadar untuk membersihkan debu, melainkan untuk merawat ingatan bangsa dalam rangka HUT ke-69 Korem 141/Toddopuli 2026.

Membasuh Luka Waktu, Merawat Sinergi

Karya bakti yang dimulai pukul 07.30 WITA ini mengusung tajuk besar: “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju.” Fokusnya sederhana namun bermakna dalam: membersihkan setiap sudut TMP Empagae, memangkas rumput liar yang mencoba menutupi prasasti, hingga menyisir sampah di sepanjang kanal yang mengalir di sekitarnya.

Kasi Humas Polres Wajo, IPTU Kaomi, S.H., menatap barisan personel yang bahu-membahu dengan warga. Baginya, setiap ayunan langkah dalam kerja bakti ini adalah sebuah dialog tanpa kata antara masa lalu dan masa kini.

“Karya bakti ini adalah momentum untuk memperkuat simpul sinergi. Di sini, antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat, kami meluruhkan ego sektoral untuk satu tujuan: menghormati mereka yang telah memberikan segalanya bagi bangsa ini,” ujar IPTU Kaomi dengan nada bicara yang teduh.

Gotong Royong di Bawah Panji Nasionalisme

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dandim 1406/Wajo, Letkol Inf Harianto, S.IP. (atau yang mewakili), didampingi IPDA A. Hafrialdi Umar, S.H. dari Polres Wajo. Suasana mencair dalam kebersamaan; seragam loreng TNI, cokelat Polri, hingga seragam dinas Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup bersatu dengan pakaian sipil warga sekitar.

Tak ada sekat. Semua bergerak dalam satu ritme gotong royong. Sinergi ini seolah menjadi bukti nyata bahwa semangat “Toddopuli”—teguh dalam keyakinan—masih berdenyut nadi di hati setiap aparat dan warga Wajo.

Warisan untuk Masa Depan

Bagi IPTU Kaomi, kebersihan TMP Empagae bukan hanya soal estetika lingkungan. Ada pesan edukasi yang ingin disampaikan kepada generasi muda melalui pelestarian situs bersejarah ini.

“Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan benih kepedulian. Makam pahlawan bukan sekadar deretan batu, tapi adalah cermin nasionalisme kita. Dengan menjaganya tetap asri, kita sedang menjaga api semangat mereka agar tetap menyala di hati masyarakat,” pungkasnya menutup percakapan.

Saat matahari mulai meninggi, TMP Empagae tampak berseri kembali. Jejak-jejak pembersihan itu menjadi kado kecil di hari jadi Korem 141/Toddopuli, sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah buah dari persatuan yang harus terus dirawat dengan kasih dan kerja nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *