Di Bawah Remang Lampu Karaoke: Menjaga Martabat Diri, Merawat Jiwa dari Jerat Narkoba

EDITORIAL10 Dilihat

​Keterangan Gambar:

Kasat Resnarkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, S.E., M.M. (kanan), saat memimpin Operasi Sarang Narkoba dengan pendekatan persuasif dan humanis di salah satu rumah bernyanyi di Kabupaten Soppeng, Sabtu (10/10/2026).

​PALAPA MEDIA GROUP (PMG)
​Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

​EDITORIAL PALAPA
​Suara Nurani Redaksi

​SUARA PALAPA, SOPPENG — Malam di Bumi Latemmamala tidak pernah benar-benar tidur. Di antara gemerlap neon dan alunan nada yang membelah sunyi, ada jiwa-jiwa yang mengadu nasib, mencari penawar lelah, atau sekadar melepas pening kehidupan. Namun, di balik keremangan ruang-ruang bernyanyi, bayang-bayang kelam penyalahgunaan narkotika selalu mengintai, mengancam memadamkan cahaya nurani manusia.

​Menyadari pentingnya menjaga benteng moral dan ketenteraman masyarakat, Satresnarkoba Polres Soppeng yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba AKP Heriyadi Nur, S.E., M.M., melangkah menyusuri malam pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Langkah preventif melalui Operasi Sarang Narkoba ini menyasar empat tempat hiburan malam: Rumah Bernyanyi BOSOWA di Jalan Kemakmuran, Rumah Bernyanyi NADA di Lapajung, Rumah Bernyanyi BIMA di Jalan Malaka, serta Rumah Bernyanyi Favorite di Jalan Kemakmuran.

​Operasi ini bukan sekadar tugas kepolisian, melainkan bentuk manifestasi pengayoman. Melalui pendekatan yang profesional, santun, dan tetap menghargai martabat kemanusiaan, petugas melakukan pemeriksaan serta tes urine terhadap para pekerja hiburan dan pemandu lagu (Lady Companion).

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, tidak ditemukan satu pun hasil yang positif. Suasana malam tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif.

​Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa ikhtiar menyelamatkan generasi dari bahaya narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan bahwa hukum harus berdiri tegak secara profesional dan terukur, namun dengan tetap menghormati hak asasi serta kemuliaan setiap insan. Sinergi antara aparat, pengelola tempat hiburan, dan seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama untuk menutup rapat ruang gerak barang haram tersebut.

​Malam boleh remang, namun nurani tak boleh padam.
​Pekerjaan dan tempat singgah mungkin berbeda-beda, tetapi di hadapan Sang Pencipta, setiap jiwa memiliki derajat yang sama mulianya untuk dijaga dan diselamatkan.

Hasil tes urine yang nihil malam itu adalah sebentuk fajar harapan, bukti bahwa kesadaran untuk hidup bersih dan bermartabat masih menyala di tengah pusaran dunia malam.

​Narkoba bukan sekadar zat yang merusak raga, ia adalah perusak jiwa dan pembunuh masa depan. Membentengi diri dari barang haram ini bukanlah bentuk ketaatan pada aturan hukum semata, melainkan wujud rasa syukur atas nikmat hidup dan fitrah kemanusiaan yang diamanahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

​Mari kita merenung: sejauh mana kita telah menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari godaan yang merusak? Tugas menjaga Kota Soppeng tetap bersih dari narkoba bukan hanya beban di pundak kepolisian, melainkan panggilan nurani bagi kita semua. Sebab, memuliakan manusia berarti menyelamatkan kehidupannya dari kegelapan menuju cahaya-Nya.

​Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *