Dari Sekolah, Menjaga Masa Depan: Polres Soppeng Dekati Pelajar

Uncategorized28 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah bersama jajaran saat melaksanakan kegiatan Police Go To School sekaligus menyampaikan edukasi kepada pelajar dan informasi penerimaan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028. (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)

PALAPA MEDIA GROUP
Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani

FEATURE PALAPA
Kisah Kemanusiaan di Balik Fakta

Oleh: Syukur Mariorante Katalawala

SUARA PALAPA, SOPPENG — Pagi di sekolah selalu membawa harapan yang sederhana. Di ruang-ruang kelas, masa depan sedang tumbuh dalam diri anak-anak yang kelak akan menentukan wajah negeri.

Karena itu, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu. Ia juga menjadi ruang untuk belajar menghargai sesama, mengenali batas antara benar dan salah, serta memahami bahwa setiap pilihan hari ini dapat membawa arah bagi kehidupan esok.

Dalam suasana itulah jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng hadir melalui kegiatan Police Go To School di SMP Negeri 1 Watansoppeng dan MAN 1 Watansoppeng, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA tersebut dipimpin Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., didampingi KBO, Kaur Mintu serta para Kanit Sat Binmas.

Di SMP Negeri 1 Watansoppeng, kehadiran polisi membawa informasi mengenai penerimaan peserta didik SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028. Informasi itu disampaikan kepada siswa kelas IX sebagai salah satu pilihan bagi mereka yang tengah menatap jenjang pendidikan berikutnya.

Para pelajar mendapatkan penjelasan mengenai proses penerimaan yang telah dibuka sejak 28 September hingga 28 Oktober 2026. Personel Sat Binmas juga memberikan pendampingan kepada siswa yang berminat untuk mengikuti proses pendaftaran secara daring.

Di tempat lain, di MAN 1 Watansoppeng, pesan yang dibawa berbeda, tetapi memiliki muara yang sama: menjaga masa depan generasi muda.

Para pelajar diberikan pembinaan mengenai pentingnya menjauhkan diri dari berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, antara lain perundungan, tawuran dan aksi balap liar.

Pesan itu tidak sekadar berbicara tentang larangan. Lebih dari itu, ia mengajak para pelajar untuk memahami bahwa masa muda adalah masa untuk membangun diri, bukan mempertaruhkan masa depan pada tindakan sesaat.

Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah menyampaikan bahwa pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran pelajar agar mampu menjaga diri, menghargai sesama dan tidak mudah terlibat dalam perilaku yang dapat merugikan masa depan.

Bagi kepolisian, pendekatan kepada pelajar tidak cukup dilakukan ketika persoalan telah terjadi. Kesadaran justru perlu ditanamkan sebelum masalah datang.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, kegiatan Police Go To School tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan kamtibmas, tetapi juga merupakan bentuk pendekatan kepolisian kepada generasi muda di lingkungan pendidikan.

“Sekolah merupakan salah satu ruang penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kehadiran Polri di tengah pelajar harus mampu memberikan pemahaman, membangun kesadaran dan mendorong mereka untuk mengambil pilihan yang positif bagi masa depannya,” ujar Kapolres.

Menurutnya, upaya mencegah kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan bersama. Kepolisian, sekolah, orang tua dan pelajar memiliki peran yang tidak dapat dipisahkan.

“Anak-anak kita perlu diarahkan sejak dini agar memahami dampak dari perundungan, tawuran maupun balap liar. Kami mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menghindari pelanggaran, tetapi juga berani menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang saling menghargai dan menjaga,” tambahnya.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Sat Binmas yang terus membangun komunikasi langsung dengan kalangan pelajar melalui kegiatan pembinaan di sekolah.

Pada akhirnya, menjaga anak-anak bukan hanya tentang menjauhkan mereka dari sebuah pelanggaran.

Ada sesuatu yang lebih besar: menjaga kesempatan mereka untuk tumbuh, belajar, bermimpi dan menjadi manusia yang berguna.

Sebab masa depan tidak selalu lahir dari peristiwa besar. Kadang ia tumbuh diam-diam dari sebuah nasihat di halaman sekolah, dari keberanian untuk tidak ikut-ikutan, dari kesediaan menghormati teman, dan dari pilihan sederhana untuk mengatakan tidak kepada sesuatu yang dapat merusak masa depan.

Di sanalah pendidikan menemukan maknanya. Dan di sanalah pula kepedulian menemukan jalannya.

Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *