Di Balik Deru Mesin Pagi, Pesan Kapolres Wajo Mengalun: Ojol Garda Terdepan Keselamatan Jalan

KAMTIBMAS73 Dilihat

Keterangan Gambar:

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho menyampaikan amanat saat memimpin Apel “Ojol Polantas Menyapa” Sat Lantas Polres Wajo di Lapangan Apel Sat Lantas Polres Wajo, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menegaskan peran pengemudi ojek online sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus mitra kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.


Penulis: Sabri
Terinspirasi dari rilis Humas Polres Wajo, dibagikan di group WhatsApp


WAJO — Pagi baru saja membuka tirainya ketika barisan seragam abu-abu berdiri tegak di Lapangan Apel Sat Lantas Polres Wajo. Di tengah suasana yang tenang namun khidmat itu, suara Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho, mengalun perlahan melalui mikrofon—tegas, tapi hangat. Ia tidak sekadar memberi amanat; ia menyapa, merangkul, sekaligus menanamkan harapan kepada para pengemudi ojek online yang berdiri sebagai mitra di jalan raya.

Dalam Apel “Ojol Polantas Menyapa” yang digelar Rabu pagi, 11 Februari 2026, Ridho menegaskan bahwa para pengemudi ojol bukan hanya pencari nafkah di aspal kota, melainkan wajah pertama keselamatan lalu lintas.
“Rekan-rekan ojol adalah garda terdepan di jalan raya. Jadilah pelopor keselamatan dengan mematuhi rambu dan selalu menggunakan perlengkapan keselamatan,” ujarnya, suaranya memecah keheningan pagi.

Apel itu turut dihadiri Kasat Lantas Polres Wajo AKP Riyanda Putra, jajaran Kanit Sat Lantas, Camat Tempe, perwakilan Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, komunitas ojol, serta personel kepolisian. IPTU Rahmat Akbar bertugas sebagai Perwira Upacara sekaligus Perwira Apel, sementara IPDA Fajri memimpin barisan sebagai Komandan Apel.

Momentum tersebut tak berhenti pada seremonial. Deklarasi keselamatan dibacakan bersama, pin “Polantas Mappatabe” disematkan, dan helm dikenakan kepada perwakilan komunitas ojol, simbol sederhana namun sarat makna: keselamatan bukan slogan, melainkan komitmen bersama.

Lebih jauh, Kapolres mengingatkan bahwa pengemudi ojol memiliki posisi strategis sebagai mata dan telinga keamanan di lapangan. Ia mengajak mereka peka terhadap potensi gangguan kamtibmas, mulai dari balap liar, narkoba, begal, geng motor, tawuran, hingga kecelakaan lalu lintas.


“Laporkan segera melalui Call Center 110 jika melihat gangguan keamanan. Sinergi rekan-rekan sangat membantu tugas kepolisian,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas yang sehat antar komunitas ojol serta kewaspadaan terhadap arus informasi yang belum tentu benar. Menurutnya, persatuan yang dibangun di atas kepedulian akan jauh lebih kuat daripada kebersamaan yang dipicu provokasi.

Kegiatan itu menjadi penanda bahwa di jalanan yang sibuk dan tak pernah benar-benar tidur, keselamatan bukan hanya tugas polisi. Ia adalah tanggung jawab kolektif—antara aparat, pengemudi, dan masyarakat, yang dijaga lewat kepercayaan dan kerja sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *