Pendar Biru di Tengah Sunyi: Menjaga Lelap Warga Sabbangparu

KAMTIBMAS45 Dilihat

Keterangan Gambar:


DIALOG MALAM: Personel Polsek Sabbangparu, Aiptu Ayyung dan Brigpol Suyudi, saat menyambangi warga yang sedang berkumpul di sebuah balai-balai pada kegiatan Blue Light Patrol, Minggu (11/1). Pendekatan humanis ini dilakukan untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dari potensi kriminalitas di malam hari.


Laporan: Sabri


WAJO – Di bawah naungan langit malam yang merayap sunyi, saat sebagian besar warga Kecamatan Sabbangparu mulai memejamkan mata dalam lelap, seberkas cahaya biru membelah kegelapan. Ia hadir bukan sebagai pengganggu ketenangan, melainkan sebagai tanda bahwa penjaga keamanan tetap terjaga demi sebuah ketenteraman.


Minggu malam, 11 Januari 2026, jarum jam baru saja menyentuh angka 23.00 WITA. Namun bagi Aiptu Ayyung dan Brigpol Suyudi, waktu justru baru saja dimulai. Di tengah hening yang kian pekat, kedua personel Polsek Sabbangparu ini memulai langkah, menyisir sudut-sudut wilayah yang sering kali terlupakan oleh pandangan mata saat siang berganti malam.


Sentuhan Humanis di Sudut Desa


Patroli Biru atau Blue Light Patrol bukan sekadar rutinitas kendaraan yang melintas. Di sebuah pos ronda sederhana yang diterangi lampu temaram, langkah petugas terhenti. Tampak sekelompok warga tengah berkumpul, berbincang santai untuk mengusir kantuk sambil menjaga kampung mereka.


Di sana, tidak ada sekat antara seragam dan masyarakat. Terjadi dialog hangat yang mengalir begitu saja. Aiptu Ayyung menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dengan nada yang merangkul, mengajak warga untuk menjadi “mata dan telinga” bagi keamanan lingkungannya sendiri.


“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga merasa aman. Kehadiran polisi di tengah malam adalah bentuk kehadiran negara untuk melindungi tidurnya rakyat,” ungkap Kapolsek Sabbangparu, AKP Reski G., S.H.


Menjaga Detak Nadi Ekonomi


Laju kendaraan patroli kemudian berlanjut menyisir objek-objek vital. Mesin-mesin ATM yang sunyi, SPBU yang masih menyisakan sedikit aktivitas, hingga deretan ruko yang tertutup rapat menjadi sasaran pantauan. Titik-titik ini menjadi prioritas karena kerentanannya terhadap tindak kriminalitas di jam rawan.
Program prioritas Polres Wajo ini memang dirancang untuk menekan angka kejahatan melalui pendekatan preventif yang konsisten. Dengan lampu rotator yang terus menyala biru, keberadaan polisi diharapkan mampu mengurungkan niat siapa pun yang hendak mengusik kedamaian warga.


Sinergi Tanpa Henti


Bagi AKP Reski dan jajarannya, keamanan bukanlah kerja searah. Melalui layanan pengaduan Polri 110, polisi membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya bagi masyarakat. Kerja sama yang erat antara tokoh masyarakat dan petugas di lapangan menjadi fondasi utama dalam menjaga kondusivitas wilayah.


Malam itu, tugas berakhir dengan catatan manis: situasi aman dan terkendali. Saat fajar hampir menyingsing, patroli biru itu pun menepi, meninggalkan rasa tenang bagi warga Sabbangparu yang sebentar lagi akan terbangun untuk menyambut hari baru yang aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *