Menyalakan Lentera Peradaban: Guru PAUD Aisyiyah Soppeng Digembleng Jiwa Kepemimpinan Profetik

PENDIDIKAN64 Dilihat

Keterangan Foto:

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Profetik Aisyiyah Kabupaten Soppeng berpose bersama usai pembukaan kegiatan di Aula Muhammadiyah Watansoppeng, Sabtu (10/1/2026), sebagai simbol kebersamaan dalam menapaki jalan dakwah dan peradaban.


Laporan: Syukur Mariorante Katalawala


Meniti Jalan Peradaban dari Aula Muhammadiyah

Di bawah cahaya pagi yang lembut di Aula Muhammadiyah Jalan Bila Selatan, Watansoppeng, puluhan guru PAUD Aisyiyah berkumpul bukan sekadar untuk duduk mendengar, tetapi untuk menata kembali niat, memperteguh jiwa, dan menyalakan lentera kepemimpinan yang berakar pada nilai profetik. Di ruangan sederhana itulah, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Soppeng menanamkan benih peradaban melalui Pelatihan Kepemimpinan Profetik Aisyiyah, Sabtu–Minggu, 10–11 Januari 2026.

Sekadar diketahui, Profetik adakah kepemimpinan yang berhati nabi, khususnya Nani Besar Muhammad SAW, berpikir visioner, dan bertindak penuh kasih serta tanggung jawab kepada Allah dan manusia.

Sebanyak 65 guru PAUD Aisyiyah mengikuti pelatihan yang mengusung tema “Kepemimpinan Profetik Aisyiyah Kabupaten Soppeng: Jalan Membangun Peradaban Utama”, sebuah ikhtiar membentuk pemimpin perempuan yang bukan hanya cakap mengajar, tetapi juga berjiwa dakwah.

Merajut Karakter, Menguatkan Ideologi

Ketua Panitia yang juga Sekretaris PDA Soppeng, Nurlina, S.Pd., menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan buah dari gotong royong para guru dan anggota Aisyiyah.

“Pelatihan ini lahir dari kesadaran bersama. Tanpa partisipasi guru-guru PAUD Aisyiyah, kegiatan ini tidak akan terwujud,” ujarnya.

Pelatihan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran ideologis sekaligus spiritual, tempat para pendidik diperkaya bukan hanya dengan teori, tetapi juga nilai, etika, dan karakter kepemimpinan Islami.

Pemimpin Berjiwa Masjid dan Masyarakat

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Soppeng, Syafruddin Safar, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menanamkan perilaku Islami ala Muhammadiyah, aktif di masjid, serta hadir sebagai pemimpin yang memberi teladan di tengah masyarakat.

“Guru PAUD bukan hanya pendidik, tetapi juga figur panutan. Dari tangan merekalah generasi masa depan dibentuk,” pesannya.

Aisyiyah dan Jalan Dakwah Peradaban

Sementara itu, Ketua PDA Soppeng, Dra. Hj. Syamsiar, M.Pd., menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperdalam pemahaman ideologi Muhammadiyah–Aisyiyah serta memperkuat integritas kepemimpinan Islami.

“Aisyiyah adalah gerakan dakwah. Mari kita perkokoh organisasi ini dengan ketaatan pada aturan dan semangat kebersamaan,” tuturnya, mengajak seluruh peserta menjaga marwah perjuangan perempuan Muhammadiyah.

Menjadi Lentera di Ruang Kelas dan Kehidupan

Pelatihan ini diharapkan melahirkan sosok guru PAUD yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial, menjadi lentera yang menerangi ruang kelas, keluarga, dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *