Keterangan Gambar:
SINERGI DEMI KEAMANAN: Kapolsek Maniangpajo, AKP Johari, S.H. (kanan), saat berdialog santai namun serius dengan Kepala Desa Kalola, Suparman, S.Hi. (kiri), membahas langkah-langkah preventif menjaga keamanan wilayah dari praktik perjudian, Kamis (8/1/2026).
Laporan : Sabri
WAJO – Matahari baru saja meninggi di ufuk timur Kecamatan Maniangpajo ketika deru motor dinas memecah kesunyian jalanan menuju Desa Kalola. Pagi itu, Kamis (8/1/2026), udara masih menyisakan sejuk yang tenang, namun ada sebuah misi penting yang dibawa oleh AKP Johari dan jajarannya. Bukan dengan gertakan, melainkan dengan ketukan pintu dan jabat tangan yang hangat.
Sebuah Dialog di Bawah Atap Desa
Di dalam ruang kantor Desa Kalola yang sederhana, suasana mencair dalam sebuah dialog lesehan yang akrab. Di atas karpet merah yang membentang, Kapolsek Maniangpajo duduk berdampingan dengan Kepala Desa, Suparman. Tidak ada sekat formalitas yang kaku; yang ada hanyalah dua pihak yang sama-sama mencintai tanah ini, berdiskusi tentang desas-desus yang sempat mengusik ketenangan: dugaan judi sabung ayam di balik bayang-bayang malam.
“Kami datang sebagai saudara, sebagai penjaga,” tutur AKP Johari dengan nada rendah namun penuh ketegasan. Baginya, menjaga kamtibmas bukan sekadar patroli fisik, melainkan membangun kepercayaan agar masyarakat tak ragu menitipkan rasa aman mereka pada pundak kepolisian.
Menjaga Marwah, Menepis Kabar Burung
Menanggapi isu yang beredar, Suparman, S.Hi., sang Kepala Desa, berbicara dengan raut wajah yang tulus. Baginya, Desa Kalola adalah rumah, dan ia tak ingin rumahnya dinodai oleh aktivitas yang merusak moral.
“Jika pun ada yang mencoba bermain di balik kegelapan malam, itu dilakukan sembunyi-sembunyi, jauh dari restu kami,” tegas Suparman. Ia memastikan bahwa pemerintah desa berdiri tegak melawan segala bentuk perjudian.
Komitmen itu ia sampaikan sebagai janji kepada warganya: bahwa Kalola harus tetap menjadi tempat yang bersih dan bermartabat.
Patroli Malam: Menjaga Tidur Lelap Warga
Pertemuan itu berakhir dengan satu kesepakatan manis. Polisi dan perangkat desa sepakat untuk lebih sering “menyapa” malam. Patroli akan ditingkatkan, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan bahwa setiap warga bisa memejamkan mata dengan nyenyak tanpa gangguan kebisingan maupun aktivitas ilegal di belakang rumah mereka.
Ketika rombongan Polsek berpamitan, ada senyum yang tertinggal di kantor desa. Sebuah koordinasi yang membuktikan bahwa keamanan sejati tidak lahir dari senjata, melainkan dari kepedulian yang dirajut bersama antara aparat dan masyarakat.







