Di Balik Meja Kayu Labessi, Aniswardi Menjaga Nyala Api Pendidikan Marioriwawo

PENDIDIKAN27 Dilihat

Keterangan Gambar:

Koordinator UPTD SPF Marioriwawo, Aniswardi, S.Pd., M.M., saat ditemui di ruang kerjanya di Kelurahan Labessi, Kecamatan Marioriwawo, Senin (12/1/2026), menyampaikan komitmennya dalam memperkuat peran pengawas dan penilik demi peningkatan mutu pendidikan dasar.


Laporan: Syukur Mariorante Katalawala


Ajakan Sunyi dari Ruang Kerja yang Menumbuhkan Prestasi

SOPPENG – Pagi di Kelurahan Labessi terasa lebih hangat dari biasanya. Di sebuah ruang kerja sederhana yang beraroma kertas dan tinta, Aniswardi, S.Pd., M.M. duduk tenang di balik meja kayu tuanya. Senyumnya ramah, suaranya teduh, namun pesannya mengalir tegas: pendidikan tidak boleh dikerjakan setengah hati. Dari ruangan inilah, ia menanamkan harapan, merawat semangat, dan menyulam masa depan generasi Marioriwawo, Senin (12/1/2026).

Sebagai Koordinator UPTD SPF Marioriwawo sekaligus Kepala SDN 136 Labessi, Aniswardi mengajak para pengawas dan penilik untuk semakin terampil dan efektif dalam menjalankan tugas. Ia percaya, keberhasilan pendidikan bukan sekadar soal kurikulum, tetapi tentang kesungguhan hadir di tengah sekolah, menyapa guru, dan mendengar denyut nadi pembelajaran.

Menguatkan Langkah Pengawas dan Penilik

Aniswardi menegaskan pentingnya peran pengawas dan penilik sebagai penjaga mutu pendidikan. Pengawas bertanggung jawab terhadap Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak, sementara penilik membina kelompok bermain serta satuan PAUD sejenis (SPS).

Ia mendorong agar kunjungan ke sekolah-sekolah tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi ruang dialog, pembinaan, dan pendampingan nyata. Pertemuan gugus, K3S, hingga KKG, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai ladang bertukar ilmu dan pengalaman.

Komunitas Belajar, Jantung Sekolah Masa Kini

Baginya, komunitas belajar bukan hanya program, melainkan jantung yang menghidupkan sekolah. Aniswardi berharap setiap satuan pendidikan terus menghidupkan komunitas belajar sebagai ruang refleksi dan peningkatan kompetensi guru, demi mencetak pembelajar yang tangguh dan berkarakter.

Labessi, Sekolah Kecil dengan Prestasi Besar

Di bawah kepemimpinannya, SDN 136 Labessi menjelma menjadi sekolah kecil yang bersuara besar di panggung prestasi. Tahun 2025 lalu, deretan piala mengilap menghiasi lemari sekolah:

Juara I Pantomim tingkat Kabupaten Soppeng

Juara I Senam Lantai pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) atas nama Muhammad Sakir Aditiya

Juara II O2SN diraih oleh siswi SDN 136 Labessi

Juara I FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional) tingkat kabupaten

Tak hanya itu, di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Ahsan mengharumkan nama sekolah dengan Juara Harapan I Pidato Bahasa Bugis pada Festival Tunas Bahasa Ibu yang digelar Balai Bahasa Sulsel, serta meraih Juara Harapan dan Favorit Lomba Bertutur di Balai Perpustakaan Nasional Makassar.

Merawat Harapan dari Marioriwawo

Aniswardi meyakini, prestasi adalah buah dari ketekunan kolektif, guru yang sabar, pengawas yang peduli, penilik yang tekun, dan sekolah yang terus belajar. Dari Marioriwawo, ia mengirimkan pesan sederhana namun bermakna: pendidikan adalah perjalanan panjang yang harus ditempuh bersama, dengan hati yang tulus dan langkah yang terarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *