Keterangan Gambar:
Kepala Desa Mariorilau, Andi Mappatunru, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026).
Laporan: Syukur Mariorante Katalawala
Tiga Periode Mengabdi, Sang Kades Menjemput Masa Depan Desanya
SOPPENG — Pagi di Desa Mariorilau selalu dimulai dengan senyum seorang lelaki berseragam cokelat. Dari balik meja kayu di ruang kerjanya, Andi Mappatunru menyapa siapa saja yang datang dengan mata teduh dan tutur yang menenangkan. Sudah tiga periode ia dipercaya menakhodai desa ini. Dan di tahun terakhir masa jabatannya hingga 2026, ia justru tampak semakin bersemangat menjemput masa depan Mariorilau.
Dengan jumlah penduduk 3.436 jiwa dan 1.723 kepala keluarga, Mariorilau adalah desa yang hidup — penuh dinamika, penuh harap, dan penuh tantangan. Bagi Andi Mappatunru, memimpin desa bukan sekadar soal administrasi, tapi tentang menjaga denyut kehidupan warganya tetap berdetak stabil.
“Seorang kepala desa itu harus pandai bicara, tapi lebih penting lagi pandai bekerja,” ujarnya lirih namun tegas, Selasa (6/1/2026).
Senyum yang Menenangkan, Tangan yang Bekerja
Ia percaya, kepemimpinan tidak boleh berjarak. Bicara harus ramah, senyum harus tulus, dan kerja harus lebih dulu memberi contoh. Dalam situasi apa pun, bahkan saat keadaan tidak nyaman, ia memilih tetap tersenyum — karena menurutnya, ketenangan pemimpin adalah ketenangan rakyat.
Pelayanan publik menjadi fokus utama. Andi Mappatunru tidak hanya mengawasi jalannya pelayanan dari luar, tetapi juga menguatkan pengawasan internal agar semua berjalan lebih terukur dan transparan. Ia ingin kantor desa menjadi tempat yang ramah, adil, dan dapat dipercaya.
Infrastruktur: Jalan, Talut, dan Asa Warga
Sepanjang 2025, pembangunan fisik di Mariorilau terus bergerak. Di Dusun Atakka dan Sekkang, pengerasan jalan dan pembangunan talut telah rampung. Sementara di Dusun Maccope, kantor Desa Mariorilau kini berdiri sebagai pusat pelayanan masyarakat. Di Dusun Mong, rabat beton menguatkan jalur-jalur ekonomi warga.
Pembangunan bukan sekadar beton dan pasir — ia adalah jembatan harapan bagi petani, pedagang, dan anak-anak sekolah yang melangkah menuju masa depan.
Jembatan Aspirasi APBN dari Senayan
Harapan besar Mariorilau kini mengalir hingga ke Senayan. Di tingkat pusat, Anggota DPR RI Komisi V sekaligus Wakil Ketua Komisi V dari Fraksi Partai Gerindra, H. Andi Iwan Aras, SE., MSi., menjadi figur kunci yang membawa suara desa ini ke meja kebijakan nasional.
Melalui mekanisme program aspirasi anggota DPR RI, Andi Iwan Aras secara resmi mengusulkan pembangunan jembatan gantung sepanjang 120 meter yang akan menghubungkan Dusun Sekkang Desa Mariorilau dengan Dusun Pallawa Desa Soga kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga.
Usulan tersebut direncanakan akan dibiayai dari APBN Tahun Anggaran 2026, sebagai bagian dari program strategis pemerataan infrastruktur pedesaan.
Menjemput Program Strategis Desa
Awal Januari 2026 menjadi babak baru. Bupati Soppeng, H. Suwardi Baseng, S.E., bersama Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, melakukan survei lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di dua titik strategis: SMP Negeri 5 Marioriwawo dan SD Negeri 180 Dusun Atakka.
Tak hanya itu, tim teknis dari PU Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan, bersama pengusul daerah Kabupaten Soppeng Rusdiaman Tahir, S.E., Anggota DPRD Fraksi Partai Gerindra Dapil V Marioriwawo, turut melakukan survei lapangan terhadap rencana pembangunan jembatan gantung tersebut.
Warisan Pengabdian
Di balik semua itu, Andi Mappatunru tak pernah mengklaim sebagai pahlawan. Ia hanya ingin dikenang sebagai kepala desa yang bicara dengan santun, bekerja dengan tulus, dan meninggalkan jejak pembangunan yang nyata.
Di Mariorilau, kepemimpinan bukan sekadar jabatan — ia adalah pengabdian yang mengalir dalam senyum, kerja, dan harapan.





