Keterangan Gambar:
BERBAGI KASIH: Sejumlah anak-anak dan warga antusias mengantre di depan meja prasmanan “Jumat Berkah” yang disiapkan oleh Bundo Kanduang IKM Banyuasin III di pelataran Masjid Nurul Ikhwan, Pangkalan Balai, Jumat (9/2/2026). Ratusan porsi makanan disiapkan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.
Oleh: Zainal/Aris/Ibnu
Ketulusan di Balik Mangkuk-Mangkuk Berwarna
Mentari Jumat pagi di Pangkalan Balai tidak hanya membawa cahaya, tetapi juga kehangatan yang menjalar dari tangan-tangan tulus perempuan hebat. Di bawah bayang-bayang menara Masjid Nurul Ikhwan, Talang Kacang, Kelurahan Kedondong Raye, sebuah meja panjang tertata rapi. Di atasnya, ratusan mangkuk berwarna-warni berisi hidangan dan minuman segar berbaris serupa barisan harapan yang siap dibagikan kepada sesama.
Hari itu, Jumat (09/02/2026), suasana di sekitar masjid tampak berbeda. Aroma masakan yang menggugah selera berpadu dengan tawa renyah anak-anak dan senyum ramah para ibu yang tergabung dalam Bundo Kanduang IKM Banyuasin III. Di bulan Rajab yang mulia ini, mereka kembali turun ke jalan, menjemput berkah melalui sepiring kasih sayang bagi warga sekitar.
Merawat Konsistensi, Menjaga Silaturahmi
Kegiatan bertajuk “Jumat Berkah” ini bukanlah sekadar seremoni singkat yang datang dan pergi. Sejak digulirkan pada tahun 2025, gerakan ini telah menjadi napas bagi organisasi masyarakat Minangkabau di Banyuasin III untuk terus menebar manfaat.
H. Rahman, S.Kom., perwakilan pengurus yang hadir di lokasi, memandang kerumunan warga dengan binar mata penuh syukur. Baginya, kegiatan ini adalah jembatan hati yang menghubungkan para dermawan dengan mereka yang membutuhkan.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian kami. Bundo Kanduang di sini bertindak sebagai tangan penyambung antara para donatur dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa keberadaan kami membawa manfaat langsung bagi lingkungan sekitar,” ungkap Rahman di sela-sela kesibukannya.
Sinergi dari Hamba Allah
Di balik setiap porsi makanan yang tersaji, ada aliran kedermawanan dari para “Hamba Allah”. Rahman menjelaskan bahwa seluruh pendanaan program ini berasal dari donasi kolektif para dermawan yang mempercayakan amanahnya kepada Bundo Kanduang. Sinergi inilah yang menjadi mesin penggerak utama hingga program ini mampu bertahan memasuki tahun kedua.
Ia pun tak lupa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para anggota Bundo Kanduang yang telah mencurahkan waktu dan tenaga.
“Dedikasi para ibu-ibu ini sungguh luar biasa. Mereka memasak, menyiapkan, hingga membagikan sendiri. Semoga ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan
Harapan besar tersampir pada setiap butir nasi yang dibagikan. Rahman berharap gerakan ini tidak berhenti di sini. Ia mengajak lebih banyak lagi masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk ikut bergabung dalam barisan kebaikan ini.
“Keberlanjutan program ini bergantung pada kedermawanan kita bersama. Kami mengetuk pintu hati para donatur agar bantuan ini bisa rutin kita salurkan setiap Jumat tanpa terputus,” pungkasnya dengan nada optimis.
Seiring berlalunya waktu salat Jumat, mangkuk-mangkuk di atas meja mulai kosong, namun hati mereka yang hadir justru terasa penuh. Di pelataran Masjid Nurul Ikhwan, Bundo Kanduang telah membuktikan bahwa kebaikan, sekecil apapun, jika dilakukan dengan konsisten akan mampu menciptakan harmoni yang indah di tengah masyarakat.




