Keterangan Gambar:
Sinergi Kemanusiaan dan Keselamatan: jajaran pejabat daerah, kepolisian, dan jajaran pengurus serta anggota Indonesia Kijang Club (IKC) Chapter Soppeng berfoto bersama dalam kegiatan Kopdargab Series 3 di Jalan Malaka, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Dokumentasi Humas Polres Soppeng)
PALAPA MEDIA GROUP (PMG) Berani Bersikap, Tegas dalam Nurani
ESSAY PALAPA Nurani Redaksi di Atas Fakta
Oleh: Syamsuddin Andy
SUARA PALAPA, SOPPENG — Jalan raya kerap kali hanya kita pandang sebagai rentang asfal dingin yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Namun, bagi mereka yang memahami makna sebuah perjalanan, asfal adalah panggung kehidupan—tempat di mana etika, kepedulian, dan takdir bertaut dalam hitungan detik.
Sore itu, Sabtu (10/10/2026), ketika mentari perlahan bergeser ke ufuk barat Kota Watansoppeng, kehangatan lain tercipta di Jalan Malaka, Kecamatan Lalabata. Deru mesin mobil-mobil legendaris yang terikat dalam tali persaudaraan Indonesia Kijang Club (IKC) Chapter Soppeng memenuhi udara. Dalam helatan Kopdargab Series 3, tawa dan jabat tangan hangat antaranggota komunitas berkelindan indah. Namun, di balik riuhnya kebersamaan itu, sebuah pencerahan yang lebih dalam menanti untuk disemaikan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Soppeng hadir di tengah-tengah hangatnya persaudaraan tersebut. Bukan untuk menggurui apalagi menakut-nakuti, melainkan untuk merawat ingatan bersama bahwa kendaraan hanyalah ikhtiar titipan, sementara jiwa adalah amanah Sang Pencipta yang wajib kita jaga.
Kegiatan bernuansa edukatif dan humanis ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah—Ketua DPRD Kabupaten Soppeng H. Andi Muhammad Farid, S.Sos., Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Dandim 1423 Soppeng, Kajari Soppeng, Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Abdul Rahman, S.Pd., serta Kasat Lantas Polres Soppeng IPTU Asdar, S.Sos., M.M. Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa keselamatan di jalan raya bukanlah urusan kepolisian semata, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat.
Di hadapan para pecinta otomotif, pesan-pesan tertib berlalu lintas disampaikan secara sejuk. Mematuhi aturan, melengkapi sarana keselamatan, merawat kondisi kendaraan, hingga saling menghormati antarpengguna jalan, sejatinya adalah wujud nyata dari rasa syukur atas nikmat keselamatan.
Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya peran komunitas otomotif sebagai benteng dan teladan keselamatan.
“Komunitas otomotif hendaknya menjadi bagian dari pelopor keselamatan berlalu lintas. Kecintaan terhadap kendaraan dan kegiatan berkendara harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan, kedisiplinan di jalan, serta kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tutur Kapolres penuh penekanan.
Ia menambahkan bahwa kepatuhan di jalan raya bukanlah sekadar tuntutan hukum positif, melainkan bagian dari kesadaran untuk saling melindungi harkat dan martabat sesama manusia. Ketika seorang pengendara menahan diri dari kecerobohan, ia sejatinya sedang menyelamatkan senyum keluarga yang menunggu di rumah—baik kerabatnya sendiri maupun orang lain yang berpapasan dengannya di jalan.
Suasana Kopdargab pun berlangsung penuh keakraban, tertib, dan kondusif. Langkah preventif yang diusung Polres Soppeng sore itu menjadi bukti bahwa pendekatan yang paling membakar kesadaran bukanlah ancaman sanksi, melainkan sentuhan nurani.
Renungan Penutup
Setiap kali kunci kontak diputar dan roda berputar meniti asfal, ingatlah bahwa kita tidak pernah benar-benar berkendara seorang diri. Ada kerinduan anak, doa seorang ibu, dan harapan keluarga yang kita bawa di dalam dada. Menghormati aturan di jalan raya bukanlah tanda kekalahan, melainkan bentuk tertinggi dari kasih sayang dan penghormatan kita pada kehidupan.
Sebab pada akhirnya, tak ada perjalanan yang bernilai sempurna jika tak berujung pada kepulangan yang selamat.
Fakta Diberitakan. Manusia Dimuliakan. Nurani Dihidupkan.






