Satu Napas Kapolda Metro Jaya Jaga Jakarta: Menenun Damai di Jantung NKRI

POLRI54 Dilihat

Keterangan Gambar:

SIMBOL PERSATUAN IBU KOTA: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (tengah) bersama elemen ormas dan masyarakat Jakarta mengepalkan tangan serentak sebagai bentuk komitmen menjaga Kamtibmas dan keutuhan NKRI demi menyukseskan bulan suci Ramadan 1447 H. (Foto: Dokumentasi Humas Polda Metro Jaya)

Oleh: Redaksi

JAKARTA – Di bawah langit Jakarta yang mulai menyapa siang, Sabtu (14/2), sebuah pemandangan menyejukkan tersaji di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya. Di tengah kepungan ribuan perwakilan ormas, buruh, hingga pengemudi ojek online, sosok Irjen Pol Asep Edi Suheri berdiri bukan sekadar sebagai panglima keamanan, melainkan sebagai saudara bagi warga Ibu Kota.

Kapolda Metro Jaya ini tampak menyatu dalam barisan kepalan tangan yang diangkat serentak ke udara. Baginya, menjaga Jakarta bukan hanya soal patroli dan barikade, melainkan tentang kepedulian mendalam terhadap sesama manusia agar dapat menjalankan ibadah Ramadan 1447 Hijriah dengan tenang, tanpa bayang-bayang anarkisme yang meresahkan.

Jakarta Sebagai Wajah NKRI dan
Kesejahteraan Bangsa

Dalam orasinya yang menggugah, Irjen Asep menekankan bahwa stabilitas Jakarta adalah kunci stabilitas nasional. Sebagai jantung dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), setiap gesekan di Ibu Kota akan berdampak pada denyut ekonomi dan kesejahteraan masyarakat luas.

“Jakarta adalah wajah bangsa. Semangat ‘Jaga Jakarta untuk Indonesia’ adalah wujud cinta kita pada tanah air. Jika kota ini stabil, aman, dan tertib, maka jalan menuju kesejahteraan bangsa akan semakin terbuka lebar bagi kita semua,” ujar Irjen Asep dengan nada bicara yang tenang namun penuh wibawa.

Kapolda Metro Jaya ini memandang bahwa keamanan bukanlah produk dari tindakan represif semata, melainkan buah dari kepedulian antarwarga yang saling menjaga. Sosoknya yang dikenal egaliter ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berada dalam satu frekuensi: menolak kekerasan demi tegaknya kemanusiaan.

Ikrar Setia dari Akar Rumput

Kepedulian Kapolda disambut hangat oleh ribuan massa yang hadir. Sebuah Deklarasi Kamtibmas dibacakan sebagai kontrak sosial antara rakyat dan aparat. Poin-poin deklarasi tersebut bukan sekadar teks, melainkan janji untuk menjaga kesucian bulan Ramadan dari tangan-tangan perusuh.

Massa menyatakan siap mendukung tindakan tegas Polri demi terciptanya situasi yang kondusif. Dukungan ini lahir dari kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Irjen Asep yang dinilai mampu merangkul berbagai lapisan tanpa membeda-bedakan golongan.

Pesan Teduh Menjelang Ramadan

Sebelum menutup apel, Irjen Asep menyelipkan pesan tentang pentingnya menjaga etika, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa provokasi seringkali menjadi kerikil tajam yang merusak persaudaraan.

“Kekuatan Jakarta tidak hanya terletak pada gedung-gedung pencakar langitnya, tetapi pada warganya yang tertib, peduli, dan mau saling menjaga,” tambahnya. Harapannya sederhana namun mendalam: Ramadan tahun ini harus menjadi pembuktian bahwa Jakarta adalah kota yang teduh.

Sebuah doa penutup dipanjatkan, mengiringi langkah seluruh personel dan masyarakat untuk menyongsong bulan suci dengan hati yang damai dan semangat menjaga NKRI yang tak tergoyahkan.