Keterangan Foto:
Bupati Wajo H. Andi Rosman bersama unsur Forkopimda dan jajaran OPD berpose usai kegiatan penanaman pohon dalam rangka Gerakan “Revolusi Hijau” di Kelurahan Wiringpellannae, Kecamatan Tempe, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan alam di Kabupaten Wajo. (Foto: Istimewa)
Laporan: Sabri
Ketika Revolusi Hijau Tumbuh dari Sebatang Pohon
Di bawah cahaya matahari yang lembut, tanah Timoro menjadi saksi bisu sebuah ikhtiar bersama. Senin pagi itu, 26 Januari 2026, derap langkah para pemangku kepentingan menyatu dalam satu gerak: menanam harapan. Bukan sekadar pohon yang ditancapkan ke bumi, melainkan komitmen untuk menjaga masa depan, agar alam tetap bernapas, dan kehidupan terus bersemi.
Di Kelurahan Wiringpellannae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo menabuh langkah awal Gerakan “Revolusi Hijau”, sebuah ikhtiar kolektif menjaga keseimbangan alam melalui penanaman pohon serentak. Sebuah gerakan sunyi, namun sarat makna.
Hijau yang Ditanam, Harapan yang Ditumbuhkan
Gerakan Revolusi Hijau bukan sekadar seremoni. Ia lahir dari kesadaran bahwa alam tak lagi bisa diperlakukan sebagai objek semata. Ada empat pilar utama yang menjadi napas gerakan ini:
- Pelestarian Lingkungan dan Rehabilitasi Lahan
Upaya menahan laju kerusakan alam, mengurangi erosi, serta menyerap emisi karbon demi menghadang ancaman perubahan iklim. - Perubahan Perilaku Masyarakat
Menanam kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab bersama. - Keberlanjutan Sumber Daya Alam
Menjaga kesinambungan pangan, air, dan energi sebagai bekal generasi mendatang. - Keseimbangan Ekosistem
Menghidupkan kembali fungsi alam agar tetap menjadi penyangga kehidupan manusia.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Alam
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan daerah dan unsur Forkopimda, menandai kuatnya kolaborasi lintas sektor. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wajo H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K., Dandim 1406 Wajo Letkol Inf. Harianto, S.IP., Wakil Ketua DPRD Wajo Andi Merly Iswita, S.Sos., Sekda Wajo Ir. Hj. Armayani, M.Si., serta perwakilan dari Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri Sengkang, dan unsur kecamatan.
Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu institusi, melainkan tanggung jawab kolektif.
Pesan dari Pemimpin: Menanam Hari Ini, Menuai Masa Depan
Bupati Wajo, H. Andi Rosman, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolis.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian menjaga lingkungan. Apa yang kita tanam hari ini, akan menjadi warisan bagi anak cucu kita kelak,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho menambahkan bahwa penanaman pohon adalah langkah konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi tentang menjaga kualitas hidup dan masa depan bersama,” tuturnya.
Hijau yang Tumbuh, Wajo yang Berbenah
Gerakan Revolusi Hijau di Kabupaten Wajo menjadi simbol kebangkitan kesadaran ekologis. Dari tanah yang digemburkan, harapan ditanam. Dari kebersamaan, masa depan dirajut.
Ketika tangan-tangan itu menanam pohon, sejatinya mereka sedang menanam janji—bahwa alam akan dijaga, dan Wajo akan terus tumbuh dalam harmoni.
