Keterangan Gambar:
RAJUT KEBERSAMAAN: Di antara deretan kursi merah dan semangat muda mahasiswa, Bhabinkamtibmas Aiptu Budiaman hadir sebagai wujud nyata dukungan Polri terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Maccile. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan solusi nyata bagi peningkatan derajat hidup warga setempat.
Penulis: Petta Barang
Aula Kantor Desa Maccile siang itu nampak berbeda. Di bawah naungan langit Soppeng yang teduh, Kamis (15/1/2026), semilir angin membawa keriuhan yang produktif. Di dalam ruangan, deretan kursi merah terisi penuh oleh wajah-wajah muda penuh semangat, para mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang bersiap memaparkan hasil bakti mereka.
Di antara mereka, hadir sosok berseragam cokelat yang memberikan rasa aman, sebuah potret harmonis antara penjaga keamanan dan pejuang kesehatan masyarakat.
Menenun Harapan di Balik Data
Bagi masyarakat Desa Maccile, kehadiran mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) Unhas bukan sekadar angka atau statistik dalam kertas kerja. Selama beberapa waktu, para intelektual muda ini telah menyusuri lorong-lorong desa, mendengarkan keluh kesah warga, dan memetakan isu kesehatan demi satu tujuan: meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Aiptu Budiaman, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lemba dan Desa Maccile, duduk dengan saksama mengikuti setiap paparan. Kehadirannya bukan hanya sebagai formalitas penjagaan, melainkan bentuk dukungan tulus Polri terhadap pertumbuhan sumber daya manusia.
Dalam seminar akhir ini, ia melihat bagaimana sinergi antara akademisi dan kepolisian dapat menjadi fondasi yang kuat bagi kesejahteraan warga.
Pesan Damai di Tengah Diskusi
Di sela-sela paparan hasil praktik lapangan, Aiptu Budiaman menyelipkan pesan menyejukkan. Ia mengingatkan bahwa kesehatan masyarakat hanya bisa tumbuh maksimal di atas tanah yang aman dan tertib.
“Keamanan adalah modal utama kita untuk membangun. Mari kita terus bersinergi, mendukung program yang membawa manfaat nyata bagi desa kita tercinta ini,” tuturnya dengan nada persuasif yang akrab di telinga warga.
Apresiasi dari Pucuk Pimpinan
Komitmen ini senada dengan visi Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana. Dari Mako Polres, ia menitipkan apresiasi mendalam bagi setiap personel yang terjun langsung menyentuh denyut nadi kegiatan akademik dan sosial.
“Polri harus hadir dengan hati. Melalui peran Bhabinkamtibmas, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pengabdian, seperti yang dilakukan adik-adik mahasiswa ini, mendapat ruang yang aman dan kondusif,” ungkap AKBP Aditya dengan penuh harap.
Kapolres meyakini bahwa hasil PBL ini akan menjadi bekal berharga, tidak hanya bagi mahasiswa, tapi bagi masa depan Desa Maccile. Siang itu, seminar berakhir dengan senyum dan optimisme.
Saat matahari mulai condong ke barat, ada satu pesan yang tersisa di Aula Desa Maccile: bahwa pengabdian, baik melalui lencana polisi maupun ilmu pengetahuan, memiliki muara yang sama, yaitu kemanusiaan.
