Menabur Benih Kebaikan di Sekolah: Saat Seragam Cokelat Memeluk Masa Depan di SMPN 8 Watansoppeng

PENDIDIKAN27 Dilihat

Keterangan Gambar:


KEHANGATAN DAN KOMITMEN: Kasat Binmas Polres Soppeng, IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si.,
bersama personel Sat Binmas, para guru, dan siswa-siswi SMPN 8 Watansoppeng mengabadikan momen kebersamaan usai kegiatan penyuluhan Kamtibmas. Pose tangan di dada melambangkan kesungguhan dan integritas dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekolah.
Apakah ada bagian tertentu dari narasi ini yang ingin Anda ubah atau tambahkan? Saya siap membantu menyempurnakannya.


Laporan: Syamsuddin Andy



SOPPENG – Cahaya matahari pagi itu menerobos masuk melalui celah-celah jendela ruang kelas SMPN 8 Watansoppeng, menyinari wajah-wajah muda yang penuh rasa ingin tahu. Di antara deretan bangku kayu yang menjadi saksi bisu perjuangan menuntut ilmu, hadir sosok-sosok berseragam cokelat. Bukan untuk menindak, melainkan untuk merangkul dan menjaga mimpi-mimpi yang sedang tumbuh.


Rabu (07/01/2026), suasana sekolah terasa berbeda. Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng hadir di tengah-tengah siswa, membawa misi mulia: menjaga kemurnian karakter generasi penerus dari kepungan pengaruh negatif zaman.


Sentuhan Humanis: Melawan Perundungan dengan Kasih Sayang


Dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Soppeng, IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si., pertemuan tersebut jauh dari kesan kaku. Dengan nada bicara yang teduh namun tegas, IPTU Andri membuka ruang dialog tentang bahaya bullying dan kenakalan remaja yang kerap menghantui dunia pendidikan.


“Kami datang tidak hanya sebagai petugas, tapi sebagai kakak dan orang tua yang ingin memastikan langkah kalian tetap di jalur yang benar,” ungkap IPTU Andri di depan para siswa yang menyimak dengan saksama.


Ia menekankan bahwa sekolah adalah taman tempat menyemai akhlak, bukan tempat untuk saling merendahkan. Materi mengenai dampak negatif perilaku menyimpang disampaikan dengan narasi yang menyentuh hati, mengingatkan para siswa bahwa setiap tindakan hari ini adalah penentu siapa mereka di masa depan.


Disiplin Sebagai Napas, Belajar Sebagai Prioritas


Tak hanya soal perundungan, pesan-pesan kedisiplinan juga menggema kuat. Personel Sat Binmas memberikan imbauan penuh kasih agar para siswa tetap berada di lingkungan sekolah selama jam pelajaran berlangsung. Sinergi antara kepatuhan pada aturan sekolah dan norma masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.


Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa pelajar adalah aset paling berharga yang dimiliki bangsa.


“Masa muda adalah waktu untuk memahat masa depan. Kami ingin para pelajar di Kabupaten Soppeng fokus pada pendidikan, menjauhi pergaulan yang merusak, dan menjadikan disiplin sebagai napas kehidupan. Kami hadir untuk membina, karena menjaga mereka berarti menjaga masa depan negeri ini,” tutur Kapolres dengan nada penuh harapan.


Sinergi untuk Kedamaian di Ruang Kelas


Kegiatan penyuluhan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan sebuah langkah nyata dalam membangun benteng pertahanan bagi karakter pelajar. Ada tawa yang pecah di sela-sela materi, ada anggukan paham dari para siswa, dan ada semangat baru yang terpancar dari mata mereka.


Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, dan para siswa semakin erat. Sebuah komitmen bersama telah terpatri: menciptakan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut, demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara budi pekerti.