Dari Ruang Kecil Bernama PAUD, Soppeng Menenun Masa Depan Bangsa

PENDIDIKAN96 Dilihat

Keterangan Gambar:

Peserta Musyawarah Daerah III HIMPAUDI Kabupaten Soppeng berfoto bersama di Aula Kantor Kecamatan Lalabata, Rabu (14/1/2026), usai penetapan Andi Hermiyati, S.TP., S.Pd., sebagai Ketua HIMPAUDI Soppeng periode 2026–2030—sebuah momen yang menandai ikrar baru menjaga masa depan anak-anak Soppeng.


Laporan: Syukur Mariorante Katalawala


Di Pagi yang Menyimpan Harapan

Pagi itu, mentari seakan berjalan lebih pelan ketika menyentuh Aula Kantor Kecamatan Lalabata. Langkah-langkah kecil para pendidik PAUD berdatangan dari delapan penjuru Soppeng, membawa lebih dari sekadar map dan berkas. Mereka datang membawa doa, membawa harap, membawa keyakinan bahwa dari tangan-tangan merekalah masa depan bangsa dititipkan.

Balutan biru dan putih seragam HIMPAUDI menjadi warna yang memeluk ruangan. Di sanalah, di antara senyum tulus dan mata yang menyimpan kelelahan panjang, sebuah amanah besar kembali disematkan kepada seorang perempuan yang telah lama mengabdikan hidupnya bagi dunia kanak-kanak—Andi Hermiyati, S.TP., S.Pd.

Amanah yang Kembali Dipikul

Musyawarah Daerah III HIMPAUDI Kabupaten Soppeng, Rabu (14/1/2026), bukan sekadar forum memilih ketua. Ia adalah ruang perjumpaan nurani. Ruang tempat para guru PAUD, yang kerap luput dari sorot kamera, meneguhkan kembali janji sunyi mereka kepada anak-anak yang setiap pagi menunggu di ruang kelas sederhana.

Secara aklamasi, Andi Hermiyati kembali dipercaya menakhodai HIMPAUDI Soppeng periode 2026–2030. Ia bukan hanya dipilih karena pengalaman, tetapi karena kehadirannya telah menjadi simbol keteguhan, bahwa pendidikan usia dini bukan pekerjaan sambilan, melainkan panggilan hidup.

PAUD: Tempat Negara Menitipkan Masa Depan

Di hadapan 79 lembaga PAUD dari KB, TPA, POS PAUD hingga SPS, Plt Pembina PAUD dan PNF Dikbud Soppeng, Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., menegaskan sebuah kebenaran besar:
bahwa kemajuan sebuah daerah, bahkan kemajuan sebuah bangsa, tidak dimulai dari gedung tinggi, tetapi dari ruang kelas kecil tempat anak-anak belajar menyebut namanya sendiri.

Melalui kebijakan Hari Belajar Guru, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, hingga Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah, pemerintah berusaha menegakkan satu pesan penting: pendidikan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi peradaban.

Menanam Nilai, Memanen Peradaban

PAUD adalah tanah subur tempat karakter bangsa disemai. Di sanalah anak-anak belajar berkata jujur, berbagi, menghormati, dan bermimpi. Jika tanah itu kita rawat, maka yang tumbuh bukan sekadar generasi cerdas, tetapi generasi yang beradab.

Dan HIMPAUDI adalah para penjaga ladang itu. Mereka tidak hanya mengajar huruf dan angka, tetapi menanam nilai, menumbuhkan empati, dan membentuk manusia Indonesia yang utuh.

Soppeng Menitipkan Masa Depannya

Ketika palu musyawarah diketuk, Soppeng sejatinya sedang menitipkan masa depannya pada pundak para guru PAUD. Pada mereka, negara berharap lahir generasi yang kelak bukan hanya pandai, tetapi juga jujur, tangguh, dan mencintai tanahnya.

Andi Hermiyati kini kembali berdiri di barisan depan perjuangan itu. Di tangannya, ribuan anak Soppeng meletakkan harapan. Di pundaknya, daerah ini menggantungkan masa depannya.

Karena dari ruang kecil bernama PAUD, Soppeng sedang menenun benang-benang emas masa depan Indonesia.