Keterangan Foto:
Ketua DPD IKM Kabupaten Banyuasin, H. Gusra Yetri, S.H., Datuak Rajo Mangkudun, saat memberikan arahan dan apresiasi pada kegiatan Jumat Berkah Bundo Kanduang IKM Banyuasin III di Masjid Nurul Ikhwan, Banyuasin III, Jumat (09/02/2026).
Oleh: Zainal/Aris/Ibnu
Ketua DPD IKM Banyuasin: Dari Masjid Nurul Ikhwan, Kebaikan Ditanam untuk Tumbuh Bersama
BANYUASIN – Pagi di Masjid Nurul Ikhwan, Banyuasin III, Jumat itu terasa berbeda. Udara Rajab yang teduh seolah menjadi saksi ketika tangan-tangan tulus para perempuan Bundo Kanduang IKM Banyuasin III menyalurkan kebaikan, menebar senyum, dan mengikat kembali simpul-simpul kepedulian sosial dalam balutan program Jumat Berkah. Di sanalah, sebuah gerakan kecil yang penuh cinta perlahan menjelma menjadi harapan besar bagi masyarakat sekitar.
Bundo Kanduang dan Jalan Sunyi Pengabdian
Aksi sosial ini mendapat dukungan langsung dari Ketua DPD IKM Kabupaten Banyuasin, H. Gusra Yetri, S.H., Datuak Rajo Mangkudun, yang hadir memberi semangat dan restu moral. Bagi tokoh adat Minangkabau ini, langkah yang dilakukan para ibu Bundo Kanduang bukan sekadar berbagi, melainkan sebuah ikhtiar merawat nilai-nilai luhur adat dan agama dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Di tangan para ibu, kebaikan itu ditanam. Dari merekalah nilai gotong royong, kepedulian, dan kasih sayang diwariskan,” tutur Gusra Yetri.
Kolaborasi Perempuan, Pondasi Syiar yang Kokoh
Dalam arahannya, Gusra Yetri menekankan pentingnya sinergi antara Bundo Kanduang IKM Banyuasin III dan Pengajian Ibu-Ibu Masjid Nurul Ikhwan. Menurutnya, kekompakan dua organisasi perempuan ini menjadi fondasi kuat dalam membangun syiar Islam yang membumi dan menyentuh langsung kebutuhan umat.
Ia menilai, perempuan bukan hanya penjaga nilai, tetapi juga penggerak utama perubahan sosial yang bermartabat.
Rajab, Isyarat Menuju Ramadhan
Momentum Rajab, menurut Gusra Yetri, adalah tanda awal menuju bulan suci Ramadhan. Karena itu, ia berharap kegiatan berbagi seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan terus ditingkatkan intensitas dan jangkauannya agar semakin banyak warga kurang mampu yang merasakan manfaatnya.
“Rajab adalah pintu. Ramadhan adalah puncak. Mari kita sambut dengan memperbanyak amal dan kepedulian,” ujarnya.
Doa yang Mengalir untuk Para Donatur
Tak lupa, Datuak Rajo Mangkudun melangitkan doa bagi seluruh donatur dan relawan yang telah menyumbangkan harta, waktu, serta tenaga. Ia berharap setiap butir bantuan yang diberikan menjadi catatan amal yang berbuah rida Allah SWT.
“Semoga kebaikan ini kembali kepada para pemberinya dalam bentuk keberkahan hidup,” ucapnya lirih penuh harap.
KM Banyuasin, Jembatan Kebaikan
Menutup kegiatan, Gusra Yetri mengajak masyarakat luas untuk tak ragu terlibat dalam aksi-aksi sosial serupa. IKM Banyuasin, tegasnya, akan terus berkomitmen menjadi jembatan kebaikan, menghubungkan niat tulus para dermawan dengan tangan-tangan yang membutuhkan.
