Senyap yang Meninggalkan Jejak: Kepergian Drs. Ilham dan Kenangan yang Hidup di Hati Insan Pers

Uncategorized449 Dilihat

Keterangan Gambar:
Pemimpin Redaksi Group Media Suara Palapa, Alimuddin, saat sesi dokumentasi pers.


Oleh: Redaksi


Kabar Duka yang Datang Seperti Senja

Duka itu datang perlahan, seperti senja yang meredup tanpa suara. Jajaran Aparatur Sipil Negara dan insan pers di Kabupaten Soppeng diliputi kesedihan setelah kabar wafatnya Drs. Ilham, pensiunan ASN yang terakhir menjabat sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, tersebar pada Senin (23/6/2026).

Informasi kepergian almarhum mula-mula berembus dari pesan berantai di media sosial dan WhatsApp, sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh keluarga serta rekan sejawat. Sejak saat itu, kabar duka menyebar cepat, bukan sekadar berita, melainkan kehilangan yang terasa nyata bagi banyak hati.

Sosok Tenang di Balik Layar Komunikasi Publik

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi sederhana dan penyabar. Di kediamannya di Jalan Kesatria, Watansoppeng, pintu rumahnya tak pernah tertutup bagi tamu, kolega, ataupun wartawan yang ingin berdiskusi.

Saat mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Kominfo, ia menjadi simpul penting yang menghubungkan pemerintah dan media. Ia bukan hanya pejabat birokrasi, melainkan jembatan yang menjaga aliran informasi tetap jernih dan berimbang. Banyak program komunikasi publik dan penguatan informasi digital di daerah berkembang pada masa pengabdiannya.

Kenangan dari Rekan Media

Pemimpin Redaksi Group Media Suara Palapa sekaligus Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Soppeng, Alimuddin, menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.

Menurutnya, Drs. Ilham adalah figur yang tenang namun penuh makna. Ia membuka ruang dialog bagi wartawan dan tak pernah mempersulit kerja jurnalistik. Justru, katanya, almarhum kerap memberi arahan yang menenangkan sekaligus membangun.

Ia menambahkan, almarhum memahami betul bahwa media bukan sekadar penyampai kabar, tetapi mitra strategis pembangunan daerah. Karena itulah ia selalu mendorong sinergi agar masyarakat menerima informasi yang akurat dan berimbang.

Integritas yang Tak Banyak Bicara

Di mata rekan kerja, almarhum dikenal sebagai sosok yang lebih memilih bekerja daripada berbicara panjang. Integritas dan loyalitasnya menjadi teladan, diamnya penuh arti, langkahnya meninggalkan bukti.

Koordinasi lintas sektor yang ia bangun semasa bertugas menjadi salah satu fondasi kuat bagi sistem penyebaran informasi pemerintah daerah. Banyak yang menyebut, ketulusannya terasa bahkan setelah ia tak lagi menjabat.

Doa yang Mengalir Tanpa Henti

Rumah duka terus didatangi kerabat, sahabat, dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Setiap doa yang terucap seakan menjadi cahaya kecil yang mengiringi perjalanan pulangnya.

“Atas nama keluarga besar redaksi, wartawan, dan staf, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar wartawan pemegang Kartu UKW Madya ini, Alimuddin.

Jejak yang Tinggal di Hati

Kepergian Drs. Ilham bukan sekadar kehilangan seorang pensiunan pejabat, melainkan hilangnya sosok pengayom komunikasi publik yang hangat dan bersahaja. Ia mungkin telah pergi, namun nilai ketulusan, etika, dan dedikasi yang ditanamkannya tetap hidup, seperti gema lembut yang terus terdengar di antara ruang-ruang kerja birokrasi dan redaksi.