Penulis: Alimuddin
Soppeng — Dunia pers dan politik di Soppeng berduka atas wafatnya Yahya Daud, sosok yang dikenal luas sebagai wartawan sekaligus politisi dengan rekam jejak panjang. Ia meninggal dunia pada Kamis, 12 Februari 2026 di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dan direncanakan dimakamkan di kampung halamannya.
Penulis pertama kali mengenal almarhum pada masa transisi nasional menjelang runtuhnya Orde Baru dan awal Era Reformasi, sekitar 1998–1999. Saat itu, Yahya Daud berkiprah sebagai wartawan Harian Berita Kota Makassar (BKM), yang sebelumnya bernama Bina Baru, sementara penulis menjabat Kepala Biro SKM Intiberita di Soppeng. Interaksi profesional tersebut menjadi awal hubungan panjang dalam dunia jurnalistik lokal.
Karier Yahya kemudian berkembang ketika ia direkrut oleh A. Kaswadi Razak untuk bergabung di Tabloid Mingguan Soppeng Pos. Di media tersebut, ia dipercaya memegang peran strategis sebagai Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi, mengendalikan arah redaksi hingga manajemen keuangan.
Dalam organisasi kewartawanan lokal, Yahya aktif di Himpunan Wartawan Soppeng, sebuah forum yang kala itu dikenal dekat dengan aktivitas pemerintah daerah. Ia menjabat sekretaris organisasi, sementara penulis menjadi anggota. Forum tersebut kerap melakukan perjalanan jurnalistik ke berbagai daerah, termasuk ke Bali, untuk peliputan dan pengembangan wawasan pers.
Di ranah politik, kedekatannya dengan lingkungan media dan tokoh daerah membawanya bergabung dengan Partai Golkar melalui organisasi sayap kepemudaan AMPG. Kiprahnya membuat ia dipercaya menempati posisi strategis, termasuk menjabat Sekretaris DPD II Golkar Soppeng selama empat periode. Pada masa itu, dinamika politik lokal juga diwarnai interaksi lintas partai, seperti dengan kader Partai Persatuan Pembangunan dan PDI Perjuangan yang sama-sama aktif dalam kontestasi politik daerah.
Semasa hidupnya, Yahya dikenal sebagai figur yang konsisten, berintegritas, dan memiliki idealisme kuat. Rekan-rekannya menilai ia termasuk generasi muda intelektual pada zamannya, yang mampu menjembatani dunia pers dan politik tanpa meninggalkan prinsip profesionalitas.
Direktur PT. Suara Palapa Info selaku Pemimpin Redaksi dan Pemimpin Umum Suarapalapa.id, Alimuddin, bersama seluruh jajaran redaksi dan staf, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
“Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” demikian pernyataan resmi redaksi.
Kepergian Yahya Daud meninggalkan jejak kenangan bagi rekan seprofesi dan sahabat politiknya, sebuah warisan dedikasi yang akan terus dikenang dalam perjalanan pers dan kehidupan publik di Soppeng.
